.InvestigasiMebes.com Tanimbar - Munculnya berbagai pandangan terkait status tanah adat di Desa Lermatang dalam proyek strategis nasional (PSN) Blok Masela menunjukkan bahwa masyarakat memiliki perhatian besar terhadap masa depan daerahnya. Namun demikian, sejumlah pihak mengingatkan agar perbedaan pandangan tersebut tidak berkembang menjadi narasi yang dapat menghambat investasi strategis yang selama ini dinantikan masyarakat Kepulauan Tanimbar.
Pada prinsipnya, masyarakat Lermatang maupun desa-desa sekitar tidak menolak kehadiran proyek Blok Masela. Berbagai forum dialog yang pernah dilakukan justru menunjukkan adanya dukungan terhadap proyek tersebut dengan harapan hak-hak masyarakat tetap dihormati, tenaga kerja lokal diberdayakan, dan manfaat ekonomi dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat Tanimbar.
Sejumlah tokoh masyarakat menilai bahwa persoalan lahan dan hak adat merupakan isu yang harus diselesaikan melalui mekanisme hukum, musyawarah, dan pendekatan adat yang bermartabat. Mereka berharap seluruh pihak, baik pemerintah, DPRD, SKK Migas, maupun INPEX, dapat duduk bersama untuk mencari solusi yang adil tanpa membangun opini yang berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Menurut berbagai aspirasi yang berkembang, masyarakat lebih membutuhkan kepastian mengenai penyelesaian hak-hak mereka dibandingkan polemik yang berkepanjangan. Pasalnya, proyek Blok Masela selama ini dipandang sebagai peluang besar bagi peningkatan ekonomi daerah, pembukaan lapangan kerja, pembangunan infrastruktur, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Di sisi lain, pemerintah daerah dan DPRD diharapkan tetap menjalankan fungsi pengawasan secara objektif dan konstruktif. Pengawasan diperlukan untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan hukum, namun tetap menjaga iklim investasi agar tidak menimbulkan persepsi negatif terhadap proyek yang menjadi harapan besar masyarakat Maluku dan Indonesia Timur.
Masyarakat juga mengingatkan bahwa keberhasilan Blok Masela tidak hanya ditentukan oleh besarnya investasi, tetapi juga oleh kemampuan seluruh pemangku kepentingan menjaga stabilitas sosial, menghormati hak masyarakat adat, serta mengedepankan dialog dalam menyelesaikan setiap persoalan yang muncul.
"Yang dibutuhkan hari ini bukan saling mempertajam perbedaan, melainkan membangun jalan keluar yang memberi kepastian bagi masyarakat sekaligus menjamin kelancaran proyek strategis nasional," ujar salah satu tokoh masyarakat yang berharap seluruh pihak mengedepankan kepentingan bersama.
Dengan demikian, sengketa atau perbedaan pandangan terkait lahan adat hendaknya menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan mencari solusi bersama, bukan menjadi alasan yang berpotensi menghambat percepatan pembangunan Blok Masela yang telah lama dinantikan masyarakat Tanimbar.
(Redaksi)
Editor : Investigasi MabesSumber : Tim