Investigasimabes.com l LERMATANG, KKT – Kondisi bangunan SD Negeri Lermatang, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, dilaporkan mengalami kerusakan berat dan kini menjadi perhatian masyarakat setempat. Sejumlah ruang belajar mengalami kerusakan pada bagian atap, plafon, dinding, hingga fasilitas penunjang lainnya yang dinilai dapat mengganggu kenyamanan serta keselamatan proses belajar mengajar.
Kepala SD Negeri Lermatang, Paulus Rangkoli, saat ditemui pada Rabu (24/6/2026), mengungkapkan bahwa kerusakan bangunan sekolah telah berlangsung cukup lama dan membutuhkan penanganan segera dari pemerintah daerah.
"Beberapa ruang kelas mengalami kerusakan pada atap, plafon, dan dinding. Kondisi ini tentu sangat mengkhawatirkan karena menyangkut keselamatan siswa dan guru saat proses belajar mengajar berlangsung," ujarnya.
Hasil investigasi lapangan menunjukkan sejumlah bagian bangunan sekolah tampak memprihatinkan. Kerusakan tersebut dikhawatirkan semakin parah apabila tidak segera dilakukan rehabilitasi, terutama memasuki musim hujan.
Masyarakat Desa Lermatang menilai kondisi tersebut mencerminkan masih kurangnya perhatian terhadap sarana pendidikan di wilayah pedesaan. Mereka mempertanyakan sejauh mana pendataan dan pengawasan yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Tanimbar terhadap kondisi infrastruktur sekolah.
Menurut warga, kerusakan bangunan sekolah bukanlah persoalan baru. Namun hingga saat ini belum terlihat adanya langkah perbaikan yang signifikan dari pihak terkait.
"Pendidikan merupakan hak dasar setiap anak. Jika sekolah dibiarkan dalam kondisi rusak seperti ini, maka yang dirugikan adalah para siswa yang setiap hari menuntut ilmu di sana," kata salah seorang tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya.
Selain itu, warga juga menyoroti prioritas penggunaan anggaran pendidikan daerah. Mereka berharap pemerintah tidak hanya berfokus pada program administratif dan kegiatan seremonial, tetapi juga memberi perhatian serius terhadap kebutuhan mendasar seperti rehabilitasi fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan.
Pengamat kebijakan publik menilai kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Menurutnya, kualitas pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga ditentukan oleh ketersediaan sarana dan prasarana yang aman dan layak bagi peserta didik.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala SD Negeri Lermatang mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Tanimbar untuk segera turun ke lapangan guna melakukan verifikasi serta mengambil langkah konkret dalam percepatan rehabilitasi bangunan sekolah.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera merespons persoalan ini sebagai bentuk komitmen nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Mereka menilai penyediaan fasilitas pendidikan yang layak merupakan fondasi utama dalam menciptakan generasi yang berkualitas dan berdaya saing.
(Tim/Redaksi)
Sumber : Tim