Aspirasi Warga Tak Kunjung Terjawab, ATR/BPN Bangka Barat Disorot

Aspirasi Warga Tak Kunjung Terjawab, ATR/BPN Bangka Barat Disorot
Aspirasi Warga Tak Kunjung Terjawab, ATR/BPN Bangka Barat Disorot

Investigasimabes.com l Babel – Sikap Ketua ATR/BPN Kabupaten Bangka Barat, Angga Yuda Prawira, kembali menjadi sorotan publik setelah sejumlah warga Dusun III, Desa Air Putih, mengaku kesulitan memperoleh penjelasan terkait proses penerbitan sertifikat tanah yang mereka pertanyakan.

Berdasarkan hasil penelusuran dan keterangan yang dihimpun, berbagai upaya telah dilakukan warga untuk meminta kejelasan kepada pihak ATR/BPN Bangka Barat. Namun, menurut pengakuan warga, permintaan informasi tersebut tidak kunjung mendapatkan jawaban yang memuaskan.

Merasa aspirasi mereka tidak direspons, salah seorang warga berinisial T kemudian menghubungi ATR/BPN RI melalui aplikasi WhatsApp. Selain itu, warga juga meminta bantuan media untuk mengangkat persoalan tersebut agar mendapat perhatian dari pihak terkait.

Tidak lama setelah pemberitaan mulai mencuat, pihak ATR/BPN Bangka Barat memberikan tanggapan melalui salah satu media online lokal. Dalam klarifikasinya, disebutkan bahwa informasi mengenai warga yang menunggu selama 15 menit merupakan anggapan yang keliru.

Namun, berdasarkan keterangan warga, mereka hadir di Kantor ATR/BPN Bangka Barat sesuai undangan pada pukul 14.30 WIB. Saat itu, rombongan warga bersama aparatur desa menunggu kedatangan pimpinan kantor yang baru tiba sekitar pukul 16.00 WIB.

Setelah pimpinan hadir, warga dipersilakan masuk ke ruang rapat. Akan tetapi, menurut pengakuan warga, mereka kembali menunggu tanpa adanya penjelasan ataupun pertemuan yang segera dimulai. Situasi tersebut berlangsung sekitar 15 menit.

Merasa tidak mendapat perhatian yang layak meski telah menunggu cukup lama sejak siang hari, sejumlah warga dan aparatur desa akhirnya memilih meninggalkan ruang rapat dan keluar dari kantor ATR/BPN Bangka Barat.

Peristiwa ini memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai kualitas pelayanan publik yang seharusnya diberikan kepada warga yang datang untuk memperoleh informasi dan kepastian terkait hak-hak mereka.

Hingga berita ini diturunkan, pihak ATR/BPN Bangka Barat diharapkan dapat memberikan penjelasan yang lebih rinci terkait persoalan yang dipertanyakan warga serta melakukan komunikasi yang lebih terbuka guna menghindari kesalahpahaman di kemudian hari.

Reporter: TenNjuk San

Editor : Investigasi Mabes
Sumber : Tim