Investigasimabes.com l Grobogan – Respons cepat oleh jajaran Polsek Geyer Polres Grobogan dalam menangani kebakaran hutan yang terjadi di kawasan RPH Gaji, BKPH Monggot, KPH Gundih, Petak 103, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan, pada Kamis (23/7/2026) sore. Berkat kerja sama lintas instansi bersama Perhutani, BPBD, dan masyarakat, kobaran api berhasil dipadamkan sebelum menjalar ke permukiman warga.
Kapolsek Geyer AKP Daryanto menjelaskan, kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 17.54 WIB. Api terlihat muncul dari kawasan hutan di sisi timur, kemudian dengan cepat merambat ke arah barat menuju jalan raya. Kondisi vegetasi yang mengering akibat musim kemarau, ditambah hembusan angin yang cukup kencang, membuat api terus meluas ke arah utara dan selatan.
"Penjalaran api ke arah selatan mengarah ke wilayah sekitar Dusun Klampok, sedangkan ke arah utara terus merambat di kawasan hutan. Melihat kondisi tersebut, personel bersama petugas Perhutani segera melakukan upaya pemadaman secara manual sambil berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Grobogan untuk mendapatkan dukungan peralatan," ujar AKP Daryanto. Jumat (31/7)
Setelah tim BPBD tiba di lokasi, proses pemadaman dilakukan menggunakan backpack sprayer dengan memprioritaskan sisi selatan guna mencegah api merambat ke permukiman warga di Dusun Klampok yang berjarak sekitar 500 meter dari lokasi kebakaran.
Berkat kerja sama seluruh unsur yang terlibat, api berhasil dikendalikan setelah proses pemadaman dan pendinginan yang berlangsung hampir dua jam. Sekitar pukul 19.50 WIB, kobaran api berhasil dipadamkan sepenuhnya sehingga situasi kembali aman dan terkendali.
Dari hasil pendataan, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 0,5 hektare. Sementara itu, dugaan awal penyebab kebakaran mengarah pada puntung rokok yang dibuang sembarangan oleh pengguna jalan yang melintas di sekitar kawasan hutan. Meski demikian, penyebab pasti masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.
AKP Daryanto mengatakan, kondisi cuaca yang kering disertai angin masih menjadi faktor yang meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau. Oleh karena itu, Polsek Geyer terus meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi kejadian serupa.
"Kami meningkatkan patroli terpadu di kawasan hutan yang rawan kebakaran, terutama selama musim kemarau. Selain itu, koordinasi dengan Perhutani, pemerintah desa, BPBD, dan masyarakat terus diperkuat agar setiap potensi kebakaran dapat dideteksi dan ditangani sedini mungkin," jelasnya.
Ia menambahkan, Bhabinkamtibmas juga dioptimalkan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya pembakaran lahan maupun aktivitas lain yang berpotensi memicu kebakaran. Di samping itu, kesiapan personel, sarana dan prasarana pemadaman terus dipastikan, termasuk melakukan monitoring dan pendinginan lanjutan di lokasi kejadian guna mengantisipasi munculnya kembali titik api.
Di akhir keterangannya, AKP Daryanto mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar kawasan hutan, terutama pada musim kemarau.
"Jangan membuang puntung rokok sembarangan ataupun melakukan pembakaran lahan yang dapat memicu kebakaran hutan. Apabila masyarakat melihat adanya titik api atau kepulan asap, segera laporkan kepada kepolisian atau petugas terkait agar dapat segera dilakukan penanganan. Peran aktif masyarakat sangat penting untuk mencegah kebakaran yang lebih luas dan menjaga kelestarian hutan kita," pungkasnya.
Editor : Investigasi MabesSumber : Tim