InvestigasiMabes.com | Langkat — DPD LSM Masyarakat Adil Sejahtera (GMAS) Kabupaten Langkat menyampaikan penyesalan yang sangat mendalam dan tegas atas mundurnya Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat, Bapak Ilham Bangun, dari jabatannya.
Langkah mundur ini terasa sangat cepat dan berat, terlebih karena dari sisi masa jabatan beliau belum lama memikul amanah — justru sedang berada di awal langkah memulai gebrakan pembenahan nyata di sekolah-sekolah SD maupun SMP di seluruh penjuru Kabupaten Langkat. Niat dan semangatnya untuk mengubah sistem demi pendidikan yang lebih baik belum sepenuhnya mewujud, namun beliau sudah terindikasi diminta atau disuruh mundur dari jabatannya.
Kepergian Bapak Ilham Bangun disambut rasa sedih dan penyesalan yang luas di kalangan guru-guru, kepala sekolah, serta seluruh insan pendidikan di Langkat. Sosok yang dinilai mulai membawa angin perubahan, yang berani bekerja transparan dan menjauhi praktik-praktik yang merugikan, kini harus berhenti di tengah jalan.
Sekretaris Jenderal DPD LSM GMAS Kabupaten Langkat, Bung Hasan Lubis, menyampaikan pernyataan tegas:
"Biasanya setiap ASN yang mundur dari jabatannya itu ada dua kemungkinan: pertama, memang tidak mampu memikul amanah jabatan. Kedua, BUKAN karena tidak mampu — melainkan karena TIDAK LOYAL sama pimpinan. Dan masyarakat bisa menilai sendiri, mana yang berlaku untuk Bapak Ilham Bangun."
LSM GMAS menegaskan: jika seorang pejabat yang jujur, bersih, dan sedang berjuang membenahi pendidikan justru harus pergi — maka inilah momen krusial bagi kepemimpinan daerah untuk berpikir jernih.
Oleh karena itu, DPD LSM GMAS dengan penuh semangat membangun dan rasa tanggung jawab memohon kepada Ibu Plt. Bupati Langkat, Ibu Tiorita br. Surbakti, S.H., untuk memikirkan kembali surat pengunduran diri Bapak Ilham Bangun. Jadikanlah keputusan ini sebagai tolak ukur nyata dalam membenahi birokrasi pendidikan di Kabupaten Langkat. Jangan biarkan orang jujur dan berani berbenah justru tersisih, sementara mereka yang hanya mengejar kepentingan pribadi tetap bertahan.
Pendidikan Langkat butuh pejuang yang tulus, bukan sekadar pejabat yang patuh tanpa arah. Semoga langkah ini menjadi cermin dan peringatan, sekaligus awal dari kebijakan yang berpihak pada kebenaran dan kemajuan pendidikan anak-anak Langkat.
Editor : RedakturSumber : Team