Investigasimabes.com l Bengkalis - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di tiga wilayah Kabupaten Bengkalis pada Jumat, 4 September 2026. Jajaran Polres Bengkalis bersama TNI, Manggala Agni, BBKSDA, BPBD, MPA, pemerintah desa, pihak perusahaan dan masyarakat melakukan penanganan di masing-masing lokasi.
Berdasarkan laporan yang diterima, total luas lahan yang terbakar mencapai ±6,3 hektare, terdiri dari ±5 hektare di Kecamatan Siak Kecil, ±1 hektare di Kecamatan Talang Muandau dan ±0,3 hektare di Kecamatan Rupat.
1. Siak Kecil – ±5 Hektare
Karhutla terjadi di areal HGU PT Teguh Karsa Wana Lestari (TKWL), Desa Bandar Jaya, Kecamatan Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis.
Penanganan dimulai pada Jumat, 4 September 2026 sekitar pukul 09.00 WIB hingga selesai. Personel Polsek Siak Kecil bersama tim gabungan langsung mendatangi lokasi dan melakukan pemadaman serta pendinginan terhadap lahan yang terbakar.
Luas lahan yang terbakar diperkirakan ±5 hektare. Kondisi lahan merupakan tanah gambut dan telah ditanami kelapa sawit berusia sekitar satu tahun. Saat penanganan berlangsung, kondisi cuaca panas terik disertai angin kencang sehingga petugas harus melakukan pemadaman secara intensif.
Sumber air untuk pemadaman berasal dari kanal areal HGU PT TKWL serta titik-titik embung yang baru dibuat. Penanganan melibatkan personel Polsek Siak Kecil, Polsek Bukit Batu, TNI, BPBD, Manggala Agni, MPA dan 70 personel dari pihak PT TKWL.
Petugas juga memasang police line, melakukan dokumentasi dan penyelidikan di sekitar lokasi. Hingga kondisi terakhir, api telah padam dan hanya menyisakan asap, sehingga proses pendinginan masih dilakukan untuk memastikan tidak terdapat bara api yang dapat memicu kebakaran kembali.
Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.
2. Talang Muandau – ±1 Hektare
Di Kecamatan Talang Muandau, karhutla terjadi di Jl. Teluk Padi KM 58, Dusun Mempoleh Gending RT 01/RW 02, Desa Tasik Serai Timur, Kabupaten Bengkalis.
Pada Jumat, 4 September 2026 sekitar pukul 11.00 WIB, Bhabinkamtibmas Desa Tasik Serai Timur bersama tim melaksanakan upaya penanganan di lokasi karhutla.
Luas lahan yang terbakar diperkirakan ±1 hektare, dengan kondisi lahan berupa hutan belukar dan tanah gambut.
Setibanya di lokasi, tim melakukan pengecekan kondisi lapangan, mencari akses menuju titik api serta mencari sumber air yang dapat digunakan untuk pemadaman. Tim juga membawa dua unit mesin pemadam jenis mini striker, 10 gulung selang dan dua nozzle.
Penanganan melibatkan 21 personel, terdiri dari Polri, TNI Koramil Mandau, BBKSDA, MPA Desa Tasik Serai Timur dan Pemerintah Desa.
Sekitar pukul 16.00 WIB, kegiatan penanganan untuk hari itu selesai. Namun, kondisi terakhir masih ditemukan titik api, sementara akses jalan menuju titik api belum ditemukan dan sumber air di lokasi dalam kondisi kering.
Karena kondisi tersebut, Kepala Tim BBKSDA telah berkoordinasi dengan BBKSDA Provinsi untuk mendapatkan dukungan water bombing. Tim juga merencanakan penanganan lanjutan pada hari berikutnya untuk mencapai titik api dan melakukan pemadaman.
Penyebab kebakaran dan pemilik lahan masih dalam penyelidikan.
3. Rupat – ±0,3 Hektare
Sementara itu, di Kecamatan Rupat, karhutla terjadi di Jl. Imam Bonjol, Dusun Lecah Sari, Desa Teluk Lecah, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis.
Berdasarkan laporan, kegiatan pemadaman dan pendinginan dimulai pada Jumat, 4 September 2026 sekitar pukul 14.00 WIB hingga selesai.
Luas lahan yang terbakar sekitar ±0,3 hektare. Kondisi lahan berupa semak belukar, tanaman pakis dan kebun sawit dengan jenis tanah mineral. Saat penanganan berlangsung, cuaca cerah berawan dengan kondisi angin kencang yang berubah arah.
Kapolsek Rupat AKP Faisal, S.H. selaku penanggung jawab bersama personel Polsek Rupat, Koramil 04 Rupat, MPA Desa Teluk Lecah dan masyarakat mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan, verifikasi, pemadaman serta pendinginan.
Petugas menggunakan satu unit mesin robin dengan 10 rol selang dan satu unit mesin mini striker dengan 10 rol selang. Sumber air berasal dari kanal kebun milik masyarakat.
Hingga kondisi terakhir, lahan yang terbakar telah berhasil dilokalisir, namun masih terdapat beberapa titik di bagian tengah yang mengeluarkan asap. Pemadaman dan pendinginan terus dilakukan untuk memastikan api benar-benar padam.
Kapolsek Rupat juga terus melakukan koordinasi dan monitoring bersama stakeholder, pihak Desa Teluk Lecah serta instansi terkait guna memastikan tidak ada lagi api maupun asap yang berpotensi menyebabkan kebakaran meluas.
Penyebab kebakaran dan pemilik lahan masih dalam proses penyelidikan.
Total ±6,3 Hektare
Dari tiga lokasi tersebut, total luas lahan yang terbakar mencapai ±6,3 hektare, dengan rincian:
- Siak Kecil: ±5 hektare – Areal HGU PT TKWL, Desa Bandar Jaya.
- Talang Muandau: ±1 hektare – Jl. Teluk Padi KM 58, Dusun Mempoleh Gending, Desa Tasik Serai Timur.
- Rupat: ±0,3 hektare – Jl. Imam Bonjol, Dusun Lecah Sari, Desa Teluk Lecah.
Jajaran Polres Bengkalis bersama seluruh stakeholder terus melakukan penanganan, pendinginan dan monitoring di lokasi masing-masing. Khusus di Talang Muandau, penanganan akan dilanjutkan karena masih terdapat titik api yang belum dapat dijangkau.
Selama kegiatan penanganan berlangsung, situasi di masing-masing lokasi dalam keadaan aman dan terkendali.
Editor : Investigasi MabesSumber : Tim