Bukan Sekadar Posko, Poslap Katingan Selatan Jadi Garda Depan Hadapi Ancaman Karhutla

Bukan Sekadar Posko, Poslap Katingan Selatan Jadi Garda Depan Hadapi Ancaman Karhutla
Bukan Sekadar Posko, Poslap Katingan Selatan Jadi Garda Depan Hadapi Ancaman Karhutla

Investigasimabes.com l Katingan — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah selatan Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, mendorong berbagai elemen masyarakat dan pemangku kepentingan memperkuat langkah pencegahan serta penanganan di lapangan.

Salah satu langkah konkret yang kini dilakukan adalah pembentukan Pos Lapangan (Poslap) Selatan Katingan, yang berlokasi di arah Jalan Poros Petak Bahandang–Baun Bango–Kereng Pakahi, tepatnya di depan kawasan Trans Hiyang Bana.

Poslap tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tempat singgah, tetapi juga menjadi titik koordinasi, pusat informasi kondisi lapangan, sekaligus tempat berkumpulnya relawan dalam menghadapi potensi karhutla selama musim kemarau.

Martin Simbolon dari Borneo Nature Foundation (BNF) mengatakan keberadaan Poslap merupakan salah satu upaya untuk mendorong partisipasi lebih luas dalam penanganan karhutla di wilayah selatan Katingan.

Sementara itu, Sekwil LSM LIRA Kalteng menyebut Poslap memiliki fungsi strategis, khususnya dalam mendukung kebutuhan para relawan yang berada di lapangan.

“Poslap berfungsi sebagai tempat memfasilitasi hal-hal yang berkaitan dengan kondisi darurat akibat kemarau saat ini, baik sebagai tempat koordinasi, pusat informasi lapangan, maupun tempat berkumpul relawan,” ujarnya.

Menurutnya, dukungan berbagai pihak sangat dibutuhkan agar Poslap dapat berfungsi maksimal.

“Mudah-mudahan banyak donatur dan relawan yang mau tergerak. Paling tidak, posko ini bisa menjadi tempat istirahat, tempat makan dan ngopi para relawan,” katanya.

Berawal dari Lokakarya, Bergerak ke Lapangan

Kepala Desa Hiyang Bana, Hendra Gunawan, SE, S.Pd, menjelaskan pembentukan Poslap merupakan tindak lanjut cepat dari lokakarya upaya pengendalian karhutla yang sebelumnya digelar di Balai Desa Hiyang Bana.

“Pembuatan Poslap ini merupakan tindak lanjut cepat dari lokakarya upaya pengendalian karhutla yang dilaksanakan di Balai Desa Hiyang Bana beberapa waktu lalu,” jelasnya.

Menurut Hendra, keberadaan Poslap diharapkan dapat mempermudah koordinasi sekaligus mempercepat langkah penanganan apabila terjadi kondisi darurat di lapangan.

“Tujuannya dalam rangka mempermudah koordinasi langkah-langkah penanganan dan pengendalian risiko,” tambahnya.

Mesin Pompa, Selang hingga Lima Sumur Bor

Dukungan terhadap Poslap juga mulai datang dari berbagai pihak.

Kepala KPHP Katingan Hilir, Herodes Jaya, S.Hut, menyampaikan pihaknya memberikan dukungan awal berupa mesin pompa dan selang untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi karhutla.

“Untuk dukungan awal terhadap Poslap Selatan, kami support mesin pompa dan selang. Kemudian kami segera realisasikan lima titik sumur bor,” ungkap Herodes.

Ia berharap langkah tersebut dapat diikuti oleh semakin banyak pihak, mengingat penanganan karhutla tidak dapat hanya mengandalkan satu institusi.

“Semoga semakin banyak pihak yang mau tergerak menangani darurat karhutla kali ini, agar dampaknya tidak semakin meluas,” tegasnya.

Lintas Elemen Bersatu Hadapi Ancaman Api

Sebelumnya, lokakarya upaya pengendalian karhutla di Hiyang Bana dihadiri berbagai unsur, mulai dari Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Katingan, KPHP Unit XXX Katingan Hilir, jajaran Pemerintah Desa Hiyang Bana, Borneo Nature Foundation (BNF), tim independen, LSM LIRA, Danramil Tasik Payawan dan Kamipang, perwakilan Polsek Tasik Payawan dan Kamipang, hingga tokoh masyarakat, tokoh agama, relawan, serta Masyarakat Peduli Api (MPA).

Keterlibatan lintas sektor tersebut menunjukkan bahwa ancaman karhutla membutuhkan pola penanganan bersama, terutama dalam aspek pencegahan, deteksi dini, koordinasi, dan respons cepat.

Kini, Poslap Selatan Katingan diharapkan menjadi salah satu titik strategis untuk memperkuat gerakan tersebut.

Di tengah kondisi kemarau dan meningkatnya potensi kebakaran, keberadaan pos lapangan menjadi penting. Namun, efektivitasnya tentu sangat bergantung pada kesiapan sarana, personel, sumber air, dukungan logistik, serta keterlibatan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan.

Satu hal menjadi pesan bersama: penanganan karhutla tidak boleh menunggu api membesar. Pencegahan dan kesiapsiagaan harus bergerak lebih cepat daripada kobaran api. (Red).

Editor : Investigasi Mabes
Sumber : Tim