Jalan Beton Baru Dibangun Sudah Patah, Proyek Balokang--Panosogan Tuai Sorotan

Jalan Beton Baru Dibangun Sudah Patah, Proyek Balokang--Panosogan Tuai Sorotan
Jalan Beton Baru Dibangun Sudah Patah, Proyek Balokang--Panosogan Tuai Sorotan

InvestigasiMabes.com | Serang Banten -Proyek rekonstruksi jalan desa yang menghubungkan wilayah Desa Balokang dan Desa Panosogan, Kabupaten Serang, Banten, menuai sorotan masyarakat. Pasalnya, jalan yang disebut baru selesai dikerjakan tersebut kini ditemukan mengalami keretakan pada permukaan beton, bahkan di sejumlah bagian terlihat patahan.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai kualitas pekerjaan dan mutu material yang digunakan dalam proyek yang bersumber dari APBD Kabupaten Serang Tahun Anggaran 2026 tersebut.

Pantauan di lokasi menunjukkan adanya retakan memanjang pada badan jalan beton. Kerusakan tersebut terlihat cukup jelas pada permukaan jalan, sebagaimana dokumentasi yang diperoleh media. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran warga terhadap daya tahan konstruksi apabila tidak segera dilakukan pemeriksaan dan penanganan.

Sejumlah warga setempat mempertanyakan kualitas pekerjaan tersebut. Mereka menduga proses pelaksanaan proyek perlu dievaluasi, terutama terkait material, komposisi konstruksi, serta pengawasan selama pekerjaan berlangsung.

“Jangan sampai proyek ini hanya dikerjakan asal jadi. Ini menggunakan uang pemerintah yang berasal dari pajak masyarakat. Kami berharap pekerjaan yang menggunakan anggaran negara benar-benar dilaksanakan secara maksimal dan sesuai spesifikasi,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan kepada awak media, Jumat (18/9/2026).

Warga tersebut juga meminta pihak terkait tidak mengabaikan kondisi jalan yang mulai mengalami keretakan. Menurutnya, apabila kerusakan muncul tidak lama setelah pekerjaan selesai, perlu dilakukan pemeriksaan teknis untuk mengetahui penyebab sebenarnya.

“Sejak awal pengerjaan, kami melihat ada hal yang menurut kami perlu diperhatikan, terutama terkait material yang digunakan. Karena sekarang muncul retakan, kami berharap ada pemeriksaan dari pihak yang berkompeten,” ungkapnya.

Kerusakan pada jalan beton yang relatif baru tersebut juga memunculkan pertanyaan mengenai pengawasan proyek. Masyarakat meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Serang bersama pihak pelaksana melakukan pengecekan secara menyeluruh.

Warga menilai, kondisi lapangan semestinya menjadi bahan evaluasi sebelum pekerjaan dinyatakan selesai dan diterima oleh pihak pemberi pekerjaan.

“Kalau memang ada kerusakan, harus diketahui penyebabnya. Apakah karena material, pelaksanaan, kondisi dasar jalan, atau faktor teknis lainnya. Jangan hanya dibiarkan,” ujar warga tersebut.

Media ini belum memperoleh keterangan resmi dari pihak kontraktor maupun Dinas PUPR Kabupaten Serang mengenai penyebab keretakan dan patahnya bagian jalan tersebut.

Karena itu, dugaan mengenai buruknya mutu pekerjaan maupun material masih memerlukan pembuktian teknis melalui pemeriksaan lapangan dan dokumen pekerjaan. Penjelasan dari kontraktor, konsultan pengawas, serta instansi terkait penting untuk memberikan informasi yang berimbang kepada publik.

Berdasarkan data yang diperoleh media, proyek rekonstruksi jalan tersebut tercantum memiliki nilai kontrak sebesar Rp329.950.000 dan dikerjakan oleh PT Sketsa Karya Mandiri sebagai kontraktor pelaksana.

Proyek tersebut disebut memiliki masa pelaksanaan 90 hari kalender, dengan sumber anggaran DAU/APBD Kabupaten Serang Tahun Anggaran 2026. Dalam dokumen yang diterima media, proyek juga mencantumkan nomor kontrak yang berkaitan dengan pekerjaan rekonstruksi jalan desa tersebut serta adanya konsultan pengawas.

Dengan nilai pekerjaan mencapai ratusan juta rupiah, masyarakat berharap kualitas pembangunan benar-benar sesuai dengan spesifikasi teknis dan dokumen kontrak.

Munculnya retakan dan patahan pada jalan yang relatif baru selesai dikerjakan kini menjadi perhatian publik. Apakah kerusakan tersebut disebabkan persoalan mutu material, metode pelaksanaan, kondisi konstruksi dasar, atau faktor teknis lainnya?

Pertanyaan itu hanya dapat dijawab melalui pemeriksaan teknis dan penjelasan resmi pihak-pihak yang bertanggung jawab terhadap proyek.

Publik pun menunggu langkah Dinas PUPR Kabupaten Serang dan kontraktor pelaksana untuk melakukan pengecekan serta memberikan penjelasan secara terbuka mengenai kondisi jalan tersebut.

Investigasi Mabes akan terus memantau perkembangan proyek ini, termasuk tindak lanjut pemeriksaan dan perbaikan apabila nantinya ditemukan ketidaksesuaian dengan spesifikasi pekerjaan.

Editor : Redaktur
Sumber : Team