InvestigasiMabes.com | Jepara - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara menegaskan komitmennya untuk menggeber pembangunan infrastruktur di kawasan pesisir selatan. Melalui program dialog langsung "Ngopi (Ngolah Pikir) Bareng" yang digelar di Balai Desa Bulak Baru, Kecamatan Kedung, Bupati Jepara H. Witiarso Utomo, S.E., M.M., mengonfirmasi bahwa penanganan akses jalan utama dan pelebaran jembatan menuju kawasan Pantai Bulak Baru menjadi agenda prioritas pembangunan pada tahun 2027 mendatang, Selasa (13/10/2026).
Langkah ini diambil guna mengurai kendala aksesibilitas yang selama ini membatasi laju kunjungan wisatawan ke Pantai Bulak Baru, sekaligus memperlancar jalur distribusi logistik bagi sentra produksi garam rakyat dan UMKM lokal setempat.
Bupati Jepara yang akrab disapa Mas Wiwit menjelaskan bahwa pembenahan infrastruktur material merupakan fondasi utama sebelum mengembangkan potensi pariwisata lebih jauh. Sektor pariwisata tidak dapat tumbuh optimal tanpa didukung aksesibilitas yang mumpuni.
"Kami akan perbaiki jalan menuju wisata Pantai Bulak Baru dan jembatan akan kita lebarkan. Sementara kita fokus ke infrastruktur dulu agar pariwisata di Jepara semakin ramai dengan didukung fasilitas yang memadai," ujar Mas Wiwit di hadapan perangkat desa dan tokoh masyarakat pesisir Kedung.
Ia juga menambahkan, akselerasi pembangunan daerah membutuhkan sinergi kolektif, tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah kabupaten sepihak.
"Pembangunan Jepara membutuhkan kolaborasi nyata antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan elemen masyarakat agar program yang diturunkan tepat sasaran," tambahnya.
*Sinergi Paket Lengkap Potensi Desa
Merespons komitmen tersebut, Petinggi (Kepala Desa) Bulak Baru, Purwoko, memberikan apresiasi tinggi atas perhatian langsung dari jajaran Pemkab Jepara. Purwoko memaparkan kondisi riil aksesibilitas desa yang masih membutuhkan penanganan intensif, di mana dari total jalan desa sepanjang 2.147 meter, terdapat sekitar 764 meter dalam kondisi kurang baik dan 172 meter rusak berat. Selain itu, terdapat pula jalan kabupaten sepanjang 821 meter yang butuh perbaikan di sejumlah titik.
"Desa Bulak Baru memiliki potensi ekonomi yang komplet, mulai dari peternakan, sentra garam rakyat, industri mebel, hingga pariwisata pantai. Dengan dimuluskannya jalan kabupaten serta rencana rehabilitasi jalur Bugel–Bulak Baru pada tahun 2027 nanti, kami optimis roda perekonomian warga dan pelaku UMKM akan bergerak jauh lebih cepat," tutur Purwoko.
Dalam forum tersebut, para tokoh masyarakat setempat turut mengamini bahwa integrasi antara keindahan pantai dan bentangan tambak garam rakyat berpotensi besar untuk dikembangkan menjadi klaster wisata edukasi pesisir yang unik di Jepara.
*Penanganan Mitigasi Abrasi Pantai
Di samping mematangkan rencana infrastruktur jalan, Pemkab Jepara juga memberikan atensi serius terhadap tantangan lingkungan di pesisir Kedung. Laporan dari pemerintah desa mencatat tingkat abrasi yang cukup masif, mengikis daratan sekitar 5 hingga 10 meter dari bibir pantai setiap tahunnya.
Menanggapi hal itu, Mas Wiwit menegaskan bahwa cetak biru (blueprint) penataan pariwisata Pantai Bulak Baru ke depan tidak hanya bertumpu pada aspek komersial dan estetika, melainkan wajib mengintegrasikan aspek mitigasi bencana, seperti pembangunan penahan gelombang yang berkelanjutan. Langkah penanganan kebersihan serta pengelolaan sampah terpadu juga akan disinergikan demi menjamin kenyamanan jangka panjang bagi para pelancong.
(Tim Redaksi)
Editor : RedakturSumber : Team