InvestigasiMabes.com|KKT-kurang lebih setahun lalu di kota Saumlaki, tepatnya sekitar bulan september tahun 2022 hadir sosok Srikandi, setelah melihat langsung kondisi masyarakat di beberapa pedesaan di Tanimbar yang dari sisi ekonomi, cukup memprihatinkan maka sosok Ibu Sri Rahayu Ningsih yang akrabnya sering disapa Ibu "Ning" asal Provinsi Jawa Timur dengan antusias ingin memperbaiki ekonomi masyarakat pedesaan tersebut.Saumlaki, Minggu ,(16/7/ 2023)Hal ini dibuktikannya dengan Ibu Ning mengawali usahanya yaitu produksi kopra dan arang tempurung yang berlokasi di jalan poros Desa Ilngei dengan bangunan gudang semi permanen kurang lebih seluas 80m2, sempat merekrut beberapa masyarakat untuk bekerja pada tempat usahanya itu.
Usaha yang dijalankan Ibu Ning terbilang unik dan sangat merakyat, karna Ibu Ning tidak sekedar pengepul kopra, namun Ibu Ning dengan caranya sendiri, membeli langsung kelapa buah dari petani kelapa dalam hal ini masyarakat pedesaan sekitarnya, sehingga benar-benar terserap dan tercipta beberapa lapangan pekerjaan seperti bagian pengasaran kelapa, bagian cungkil kelapa, bagian pembakaran tempurung kelapa dan lain-lain.
Tidak sampai disitu saja, kedepan ada sejumlah hasil turunan produk lain dari buah kelapa seperti memproduksi minyak mentah untuk diproses selanjutnya ke pabrik pengolahan di pulau Jawa, membuat berbagai asesories kerajinan tangan dari tempurung kelapa dan lain-lain.Ketika media ini mempertanyakan legalitas perijinan usahanya, Ibu Ning berterus terang bahwa hanya mengantongi ijin dari pemerintah desa setempat, bahkan Ibu Ning berharap bisa mendapat petunjuk, arahan dan pendampingan dari instansi yang berwenang dalam hal perijinan.
Mengakhiri pembicaraannya Ibu Ning akan fokus meningkatkan terus hasil produksinya demi kesejahteraan orang banyak, bersyukur sampai saat ini berjalan baik dan berharap ada dukungan positif dari berbagai pihak, terutama instansi yang berhubungan dengan perijinan, perpajakkan dan lain-lain.(Red-Jo)
Editor : Investigasi Mabes