InvestigasiMabes.com | Berau - Rasa takut warga atas seringnya intimidasi yang dilakukan oleh beberapa Preman dilahan kebun milik warga, rupanya membuat warga hilang kesabaran, hingga saat ini, dimana, akibat beberapa preman yang menduduki paksa lahan milik warga, sehingga saat ini, kebun warga telah di gusur dan dirusak oleh alat berat yang diduga milik Perusahaan, namun ada banyak preman digunakan untuk menduduki lahan warga hingga saat ini, bahkan semakin banyak saja, oknum. Preman menjaga dan menduduki lahan warga, rabu,(15/11/2023) lokasi lahan tersebut di kampung Desa Gurimbang, Kab. Berau. Kaltim.
Padahal, kata warga mewakili pemilik kebun Sdr Muhammad Sa'at dan Sdr. Ardianto bahwa, mereka (Preman) yang menduduki lahan milik warga, bukan sebagai pemilik, namun diduga hanya di Gaji oleh salah seorang Aktor, yang dananya diduga dari salah satu kontraktor perusahaan Tambang, bahkan saat dimintai keterangan pada saat itu, yang menduduki lahan, bahwa mereka hanya disuruh dan di gaji Rp 250.000 dalam sehari perorang.
"Maka dari itulah, hal dasar kami, sebagai pemilik lahan, saat ini melaporkan salah seorang, diduga sebagai aktor dilapangan dalam mengatur massa preman bayaran, yaitu yang berinisial FS, telah melaporkan kepada Aparat Penegak hukum Polda Kaltim, karena warga pemilik lahan telah merasa prustasi dengan keadaan yang ada."
Sebab telah beberapa kali di buatkan laporan, namun rupanya seakan ketidak berdayaan Aparat penegak hukum, seakan gamang dalam. Melakukan penyelesaian suatu perkara.
"Sehingga Wargapun memutuskan melaporkan perkara Soal Preman menduduki lahan milik warga, ke Polda Kalimantan Timur, di Terima langsung Ditreskrimum Polda Kaltim dan berjanji akan meneruskan ke Bapak Kapolda Kaltim."
"Tujuan laporan tersebut agar para preman di amankan, karena posisi preman tersebut sudah salah sasaran, karena tidak memiliki kekuatan hukum," tandasnya."Dengan adanya laporan warga pemilik lahan ke Polda Kaltim, dengan harapan dapat segera di proses dan di tindak lanjuti, agar penegakan hukum dapat di tegakkan." Tutupnya.
Jurnalis ( Wira )
Editor : Investigasi Mabes