InvestigasiMabes.com | Pekanbaru - Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) yang terletak di Jalan Terubuk No.4 Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, kembali memberikan harapan pasca covid 19 yang terjadi beberapa tahun belakangan ini.
Pada tahun ini, Gedung BLK Pekanbaru kembali mendapatkan Anggaran setelah 2 tahun Tak kunjung selesai dikerjakan oleh 2 kontraktor yang berbeda. Kemenaker melalui Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi Dan Produktivitas menganggarkan kembali untuk melanjutkan Pengadaan Konstruksi Pembangunan Fisik BLK Pekanbaru.
Dari pantauan Media Investigasi dilapangan terlihat pekerjaan Pengadaan Pekerjaan Konstruksi Pembangunan Fisik BLK Pekanbaru yang dikerjakan oleh CV. Karya Prima Graha dengan Nilai Kontrak Rp. 9.101.954,000. sudah mulai terlihat Bersinar, terlihat progres pekerjaan yang baru beberapa bulan dikerjakan sudah meningkat, terlihat dari beberapa bagian bangunan yang selama ini terlihat suram sudah mulai terlihat cerah.
Totok Zakaria selaku Pengawas PT. Inkoneksi Izi Konsultan ketika ditanya terkait progres dan upaya yang dilakukan, mengatakan bahwa untuk bobot pekerjaan diperkirakan sudah mencapai 60 % katanya, selaku Pengawas lapangan, tentu kami selalu berkoordinasi dan inspeksi kegiatan–kegiatan pembangunan agar pelaksanaan teknis maupun administrasi teknis yang dilakukan dapat secara terus menerus sampai dengan pekerjaan diserahkan terimakan nantinya.Sementara Direktur CV. Karya Prima Graha Raymond ketika dikonfirmasi strategi apa yang diperankan dalam mencapai target pekerjaan, mengatakan bahwa untuk menjadi kontraktor tidak semudah membalikkan telapak tangan, namun kami berusaha memberikan yang terbaik, dan kami mengelola atau mengatur pelaksanaan pembangunan sedemikian rupa, menjalin koordinasi dan komunikasi sehingga diperoleh hasil sesuai dengan persyaratan (specification), dan diakhir tahun ini pekerjaan seluruhnya selesai dan dapat difungsikan oleh Kemanker urainya.
Sementara salah seorang warga yang kebetulan lewat di depan gedung BLK Pekanbaru ketika dimintai tanggapan berkaitan dengan pekerjaan yang sedang berjalan, mengatakan bahwa ini sudah cukup lumayan dari pada 2 tahun belakangan ini, ini sepertinya kontraktor yang mengerjakan sudah berpengalaman dan bertanggung jawab, kita amati baru beberapa bulan pekerjaan sudah menampakkan hasilnya, kedepan ia berharap kalau Kemenaker masih memberikan anggaran untuk BLK Pekanbaru ini ia menyarankan agar kontraktor yang mengerjakan sekarang ini dipertahankan atau dipercaya lagi ulasnya.
Sebelumnya pada tahun 2021, Kemenaker melalui Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi Dan Produktivitas (Ditjen Binalattas) mempercayakan pelaksanaan kegiatan konstruksi pembangunan fisik BLK Pekanbaru kepada CV. Bonimas selaku kontraktor pemenang dengan nilai kontrak Rp.10.271.984.111. dan pada tahun 2022, PT Pulau Bintan Bestari dengan nilai kontrak sebesar Rp.14.985.244.451,64 namun hal tersebut membuat harapan masyarakat Riau kecewa karena kedua kontraktor tidak profesional dan bertanggung jawab atas pekerjaan yang diberikan, sehingga mengakibatkan pekerjaan menjadi terbengkalai. (Ef)
Editor : Investigasi Mabes