InvestigasiMabes.com l Jakarta -- Profesi Wartawan adalah salah satu Profesi yang amat mulia, tanpa adanya wartawan maka dunia akan ketinggalan Informasi. Dan wartawan sendiri bebas untuk menulis apa yang ia lihat, ia dengar, sesuai dengan data yang yang dimilikinya juga berdasarkan fakta yang ada di lapangan.Karena semua itu berdasarkan hati nurani, adat ketimuran, kode etik dan sesuai dengan UU Pers. Disampaikan Rudi Andesta Pimpinan Redaksi (Pimred) InvestigasiMabes.com , Jumat (23/2/2024) di grup diskusi keluarga besar InvestigasiMabes.com.
Menurut Rudi, "Wartawan tidak memiliki kategori status sosial yang pasti, dikarenakan saat pagi ia bisa saja ngobrol dengan tukang ojek, siang ia bisa makan bersama dengan para pejabat, tapi sore harinya ia bisa bincang-bincang dengan pemuka agama bahkan dimalam hari ia juga bisa berada di cafe dan di diskotik," ujarnya.Kita semua tau, wartawan setiap harinya selalu mengejar berita dan mencari narasumber. Diantara yang paling dicari adalah, korban, pelaku, saksi, alat bukti, tempat kejadian perkara (TKP), pejabat, Muspika, pengusaha, TNI dan POLRI.
Bahkan sampai-sampai awak media tidak akan berhenti sebelum lengkap isi berita yang akan diterbitkannya, baik untuk media online ataupun media cetak.Dunia wartawan adalah dunia yang selalu penasaran bila masih belum tahu betul apa, siapa, bagaimana, dimana, maunya apa dan berakibat apa dari kejadian tersebut. Karena semua itu akan terus dikejar dan dicari sampai tahu dan juga harus sampai ketemu jawabannya. Bahkan bilamana masih belum dianggap cukup untuk dibuat berita maka rasa penasaran itu tidak akan berhenti sampai disitu saja.
Sampai terkadang kita susah tidur bila masih belum menyelesaikannya, dikarenakan rasa penasarannya kita tidak pandang hari siang atau malam. Terkadang tanpa kita sadari, nyawa kita sendiri yang menjadi taruhannya.Kita akan merasa puas bilamana berita yang kita rilis lalu kita kirim ke box redaksi dan berita tersebut bisa naik, itu semua adalah kepuasan yang sangat dirasakan karena karya sudah ditayangkan.Rudi Andesta selaku Pimred Investigasi Mabes.com setiap hariannya selalu menyapa publik dengan informasi, terus menunjukan karya jurnalis untuk memenuhi kewajibannya terhadap publik. Maka wartawan Investigasi mabes.com diharap selalu siap untuk memberikan informasi berdasarkan kebenaran dan Fakta yang diyakininya benar dan chek and richek.Rudi menambahkan, "Memang semua itu terkadang berisiko tinggi, nyawa bisa terancam bahkan terkadang keluargapun terkena imbasnya dari berita yang ditayangkan. Wartawan adalah salah satu profesi yang amat agung, dimana seorang wartawan berperan besar dalam seluruh aspek kehidupan baik sejarah, pendidikan, kesehatan, kebudayaan, adat istiadat dan masih banyak lagi aspek kehidupan yang lain," imbuhnya.
"Investigasi mabes.com sudah masuk dalam nominasi pemberitaan Polda Jateng, artinya keberadaan kita sudah mulai dikenal dan sudah mulai diperhitungkan walau kita baru seumur jagung dan semoga progres ini berlanjut berlaku untuk Polda yang lain. Ini sebuah contoh yang saya lakukan dengan senyap tidak terlihat dan kita sudah bisa memberikan pengawalan menerbitkan pemberitaan bekerjasama dengan kepolisian. Kepada awak media kususnya yang di Jawa Tengah, tetap bergerak, berkarya dengan baik dan insyaallah kita akan sangat dikenal disana," pungkasnya.Rudi juga menghimbau kepada anggota tim InvestigasiMabes diseluruh Nusantara untuk berupaya menjalin kerjasama yang baik dengan semua kalangan,baik itu institusi Pemerintah,TNI/Polri,Swasta dan yang paling harus diperhatikan adalahan warga masyarakat.
Jadilah corong untuk menyampaikan inspirasi, kejadian, temuan dan aduan masyarakat terkait apapun itu, dengan tetap berpegang teguh kepada Independen yang profesional. Terus asah dan rambah ilmu untuk menjadi salah satu insan yang bermanfaat bagi Nusa bangsa dan masyarakat. Tutupnya.(Arif M)
Editor : Investigasi Mabes