InvestigasiMabes.com | Kediri - Dengan ada banyaknya duga pungutan yang terjadi di lembaga sekolah, dengan banyaknya kucuran dana BOS , BPOPP khususnya SMK/SMA se Jawa timur, guna untuk mengurangi dan memberatkan wali murid untuk biaya sekolah., (sel/5/mar/23)
Perihal dengan ini sangat di sayangkan di SMK Negeri 2 Kediri, masih adanya dugaan Pungutan/ sumbangan, sebesar berikut, sesuai dengan edaran WhatsApp yang beredar pada wali murid.
Hasil pertemuan hari ini dengan bapak wakakur dan bu ambar (guru seni budaya) :
1. Iuran untuk uprak akhir tahun dihentikan sementara, dan bagi yg blm membayar smpai hari rabu 29/11/2023 mohon untuk segera dilunasi (pengurus kelas, nanti tlg dishare nama siswa yg blm lunas dan jumlah kekurangannya). Dan untuk kebutuhan dana kegiatan uprak akhir tahun tsb, nanti akan diambilkan uang tersebut dan jika ada kekurangan akan dibahas kembali sebelum kegiatan.
2. Untuk pembayaran SIB, peruntukannya adalah untuk kegiatan sekolah secara umum yg tidak bisa di cover dr dana pemerintah, serta untuk menjunjang kegiatan ekstrakurikuler siswa.
3. Untuk tabungan, dari 65rb itu, yg 45rb digunakan untuk biaya kunjungan industri. Yang 10rb untuk kegiatan ujian akhir praktek siswa itu sendiri, yg 10rb brrsifat tabungan yg disimpan dikopsis dan bank mini (nanti saat lulus dikembalikan/dibethok).Demikian laporan hasil koordinasi hari ini.
saat di klarifikasi perihal pungutan/sumbangan yang beredar kepala sekolah Zamroji dan Waka Humas Nikmah membenarkan.
"iya mas itu sumbangan dari wali murid untuk kegiatan murid,"jelasnya M Zamroji
"benar itu kwitansi yang kita keluarkan dari sekolah agar orang tua murid tau kalau sudah menyumbang,"Tambahnya M Zamroji.
Editor : Investigasi Mabes