InvestigasiMabes.com | Jepara – Minggu 28/6/2025. Proyek pembangunan jalan rabat beton di Desa Jinggotan, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, menjadi sorotan publik. Pasalnya, proyek yang diduga bersumber dari Dana Desa (DD) tersebut tidak dilengkapi papan informasi proyek, sehingga memunculkan dugaan sebagai proyek siluman.
Dari hasil penelusuran tim investigasi di lapangan, proyek rabat beton tersebut berada di sebelah selatan lapangan olahraga Desa Jinggotan. Namun, hingga kini, tidak ditemukan papan informasi yang mencantumkan nilai anggaran maupun sumber dana.
“Saat kami ke lokasi, tidak ada papan informasi sama sekali. Padahal itu wajib dipasang agar masyarakat mengetahui transparansi proyek, baik dari segi sumber dana maupun besarannya. Diduga proyek ini telah selesai sekitar satu bulan yang lalu,” ungkap salah satu awak media pada Kamis (26/6/2025).
Salah satu narasumber lain menambahkan bahwa sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres), setiap proyek fisik yang menggunakan dana negara wajib mencantumkan papan nama proyek.
“Kami sudah mencoba klarifikasi ke Kantor Balai Desa Jinggotan, namun beberapa perangkat desa tidak berada di tempat. Saat dihubungi via WhatsApp, Sekretaris Desa membenarkan bahwa proyek tersebut menggunakan Dana Desa, tapi ia mengaku lupa soal besaran anggarannya. 'Coba nanti saya cek,' ujarnya,” jelas sumber tersebut.
Ketiadaan papan informasi proyek ini memunculkan pertanyaan publik dan diduga melanggar Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).
“Pekerjaan jalan betonisasi yang dibiayai Dana Desa tetapi tanpa papan nama jelas bertentangan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Ini bukan hanya soal administrasi, tapi soal hak masyarakat untuk tahu,” tegas narasumber.
Saat dihubungi kembali, Sekretaris Desa Jinggotan mengatakan dirinya tidak mengetahui secara pasti detail pelaksanaan proyek, karena sepenuhnya menjadi tanggung jawab Tim Pelaksana Kegiatan (TPK).
“Terkait anggaran dan sumber dana, saya tidak tahu persis. Mungkin Kasi Perencanaan atau Kaur yang lebih paham,” pungkasnya.
Editor : RedakturSumber : Team