“Data dari BPS menunjukkan bahwa jumlah tenaga kerja di sektor konstruksi Kaltim hingga tahun 2024 mencapai lebih dari 147 ribu orang, namun masih terdapat kesenjangan signifikan di mana sekitar 17 persen di antaranya belum tersertifikasi. Pelatihan dan sertifikasi ini diharapkan mampu menjadi langkah nyata dalam menjembatani kesenjangan tersebut,” harapnya.
Tak hanya itu, lanjutnya kegiatan ini juga menjadi ajang kolaborasi lintas sektor. Berbagai lembaga pemerintah pusat, perguruan tinggi, asosiasi profesi, serta LSP dari berbagai bidang turut ambil bagian. Para narasumber pun berasal dari institusi terkemuka seperti BPSDM Kementerian PUPR, Persatuan Insinyur Indonesia, IALKI, PAKKI dan berbagai asosiasi profesional dari Kalimantan Timur.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam format hybrid, dengan kombinasi pembelajaran daring dan tatap muka. Sementara itu, proses sertifikasi dilakukan secara langsung untuk menjamin akurasi penilaian kompetensi. Ratusan peserta dari berbagai kalangan seperti kontraktor, konsultan, instansi pemerintah dan perguruan tinggi bidang teknik, terlihat antusias mengikuti setiap tahapan pelatihan.
“Pelatihan dan sertifikasi ini bukan hanya soal pemenuhan regulasi, tetapi juga investasi besar bagi kualitas pembangunan Kalimantan Timur. Tenaga kerja konstruksi yang kompeten akan menjadi pondasi penting dalam mewujudkan infrastruktur yang andal, aman, dan berkelanjutan di Bumi Etam,” imbuhnya.(Wira)
Editor : RedakturSumber : Team