"Beliau adalah sosok leluhur, sesepuh, sekaligus pejuang yang pada masanya menjadi pengikat persatuan keluarga, penjaga nilai budaya, dan simbol perjuangan rakyat di wilayah ini," kata Camat Nagreg Perdana dalam sambutannya.
Dalam berbagai catatan tutur sejarah, kata Camat Perdana, Raden Darmita Atmadja dikenal sebagai tokoh yang teguh membela tanah kelahirannya, menjaga martabat masyarakat, serta menanamkan nilai luhur persaudaraan dan keberanian.
"Beliau mengajarkan bahwa perjuangan tidak hanya di medan perang, tetapi juga perjuangan menjaga jati diri, budaya, serta tali silaturahmi antar keturunan," katanya.
"Kita patut bersyukur bahwa semangat dan jejak beliau masih terus kita kenang hingga kini melalui Napak Tilas, yang menjadi media untuk menghidupkan kembali sejarah lokal, agar generasi muda tahu bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia juga lahir dari kontribusi dan pengorbanan para tokoh daerah," imbuhnya lagi.Tahun ini, kata Camat Perdana, momentum memperingati 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia. Momentum ini menegaskan bahwa kemerdekaan tidak datang dengan mudah, tetapi melalui perjuangan panjang, baik di tingkat nasional maupun lokal.
Editor : RedakturSumber : Team