InvestigasiMabes.com | Banyuwangi – Proyek plengsengan di salah satu aliran sungai di Kelurahan Lateng Banyuwangi kembali menjadi sorotan publik. Alih-alih menghadirkan manfaat bagi masyarakat, pekerjaan yang sedang berjalan justru menimbulkan tanda tanya besar terkait kualitas serta keseriusan pengawasannya.
Pantauan di lapangan memperlihatkan sejumlah kejanggalan yang tidak bisa dianggap remeh. Material pasir yang digunakan terlihat sangat buruk, jauh dari standar yang layak untuk pekerjaan konstruksi plengsengan. Kualitas pasir seperti ini jelas tidak akan mampu memberi daya ikat yang kuat, apalagi jika dipadukan dengan pemasangan batu yang dilakukan dalam kondisi aliran air sungai masih mengalir deras. Secara teknis, cara kerja ini jelas mengurangi kekuatan struktur dan berisiko besar membuat plengsengan rapuh bahkan ambruk dalam waktu singkat.
Lebih ironis lagi, proyek yang menelan anggaran negara ini tidak dilengkapi dengan papan nama kegiatan. Padahal, papan proyek adalah kewajiban yang diatur jelas sebagai bentuk transparansi publik. Melalui papan informasi, masyarakat bisa mengetahui siapa pelaksana, berapa nilai anggaran, dan berapa lama masa pengerjaannya. Hilangnya papan nama justru menimbulkan kecurigaan bahwa proyek sengaja ditutup-tutupi dari pantauan publik.
Dalam konteks ini, sorotan tajam layak diarahkan kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan satuan kerja terkait. Keberadaan PPK bukan sekadar formalitas di atas kertas, melainkan pengendali utama mutu pekerjaan di lapangan. Namun, fakta di proyek ini menunjukkan bahwa fungsi PPK nyaris tidak terlihat. Pengawasan lemah, kontrol minim, dan kualitas pekerjaan dibiarkan jauh dari spesifikasi. Hal ini mengesankan bahwa PPK gagal menjalankan tugas pokok dan tanggung jawabnya.Pertanyaan besar pun muncul dari masyarakat: apakah PPK benar-benar melakukan pengawasan, atau hanya sebatas menandatangani dokumen tanpa turun langsung memeriksa mutu pekerjaan? Jika fungsi pengawasan dibiarkan lemah seperti ini, maka sama saja membiarkan kontraktor pelaksana bekerja sekehendaknya dengan mengorbankan uang rakyat.
Editor : RedakturSumber : Team