Illegal Refinery Kembali Terbakar di Keluang, Publik Pertanyakan Ketegasan Aparat

Illegal Refinery Kembali Terbakar di Keluang, Publik Pertanyakan Ketegasan Aparat
Illegal Refinery Kembali Terbakar di Keluang, Publik Pertanyakan Ketegasan Aparat

InvestigasiMabes.com |Musi Banyuasin – Praktik penyulingan minyak ilegal (illegal refinery) kembali memicu kebakaran di wilayah Kecamatan Keluang, Kabupaten Musi Banyuasin, Sabtu (21/2/2026). Insiden yang terjadi di kawasan Hindoli tersebut menambah panjang daftar kebakaran fasilitas ilegal yang terus berulang tanpa kejelasan penegakan hukum.

Seorang narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan menyebutkan bahwa kebakaran berasal dari aktivitas penyulingan minyak ilegal.

“Kebakaran masakan (penyulingan minyak) di Hindoli Keluang,” ujarnya kepada awak media.

Hingga berita ini diterbitkan, Kapolsek Keluang Moga Gumilang dan Kanit Reskrim Arshan Rahman belum memberikan keterangan resmi meski telah dikonfirmasi berulang kali. Sikap bungkam aparat kembali menuai sorotan dan tanda tanya publik.

Rentetan Kebakaran Tanpa Tersangka.

Kebakaran ini bukan kejadian tunggal. Pada Rabu malam (18/2/2026), fasilitas illegal refinery juga dilaporkan terbakar di wilayah Cawang, Kecamatan Keluang. Namun hingga kini, belum ada penjelasan terbuka terkait proses penyelidikan maupun penetapan tersangka.

Berulangnya insiden tanpa langkah hukum konkret menimbulkan persepsi bahwa praktik illegal drilling dan illegal refinery di Kecamatan Keluang seolah kebal terhadap hukum. Padahal, aktivitas tersebut jelas melanggar Undang-Undang Migas dan berpotensi membahayakan lingkungan serta keselamatan warga.

Dugaan Pembiaran dan Krisis Kepercayaan.

Mandeknya penanganan kasus-kasus sumur minyak ilegal memicu dugaan adanya pembiaran sistematis. Minimnya transparansi dan akuntabilitas dalam setiap peristiwa kebakaran memperkuat spekulasi publik tentang kemungkinan adanya keterlibatan oknum maupun praktik negosiasi hukum.

Istilah “tajam ke bawah, tumpul ke atas” kembali mencuat di tengah masyarakat. Aparat dinilai belum menunjukkan progresivitas dalam membongkar jaringan mafia minyak yang diduga terorganisir dan beroperasi secara terang-terangan.

Situasi ini menjadi ujian serius bagi jajaran Polres Musi Banyuasin dan Polsek Keluang dalam memulihkan kepercayaan publik.

Sorotan untuk Polda Sumsel

Publik kini menanti langkah tegas dari Kepolisian Daerah Sumatera Selatan di bawah kepemimpinan Kapolda Sumsel yang baru. Evaluasi menyeluruh terhadap kinerja jajaran di wilayah hukum Musi Banyuasin dinilai mendesak dilakukan guna memastikan penegakan hukum berjalan tanpa pandang bulu.

Penanganan yang transparan, profesional, dan berorientasi pada pembongkaran jaringan menjadi harapan masyarakat agar praktik ilegal yang merusak lingkungan serta merugikan negara ini tidak terus berulang.

Jika tidak ada tindakan nyata, kebakaran demi kebakaran hanya akan menjadi rutinitas tragis yang menormalisasi kejahatan terstruktur di sektor energi rakyat.

(FAISAL)

Editor : Redaktur
Sumber : Team