Pelayanan RS. Zainal Umar Sidiki Gorontalo Utara Bermasalah, Pasien Koma Nyaris Tidak Tertolong Ulah Keterlambatan Ambulance

Pelayanan RS. Zainal Umar Sidiki Gorontalo Utara Bermasalah, Pasien Koma Nyaris Tidak Tertolong Ulah Keterlambatan Ambulance
Pelayanan RS. Zainal Umar Sidiki Gorontalo Utara Bermasalah, Pasien Koma Nyaris Tidak Tertolong Ulah Keterlambatan Ambulance

InvestigasiMabes.com l Gorontalo Utara - Investigasimabes.com - Selasa (03/03/2026) - Pelayanan di Rumah Sakit Zainal Umar Sidiki (ZUS) Gorontalo Utara menjadi sorotan setelah kasus seorang pasien yang dinyatakan dalam kondisi koma harus mengalami keterlambatan berat saat akan dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) DR Aloe Sabu Gorontalo sebagai fasilitas rujukan. Keluarga pasien yang enggan mengungkapkan identitas pribadi mengaku sangat kecewa dengan kualitas pelayanan yang mereka alami, menyatakan bahwa kondisi pasien yang sudah dalam keadaan gawat darurat hampir tidak tertolong akibat serangkaian kelalaian yang terjadi.

Menurut keterangan salah satu anggota keluarga pasien yang tidak ingin disebutkan namanya, pasien yang telah mendapatkan diagnosa koma dari tim dokter RS ZUS seharusnya segera dilarikan ke rumah sakit rujukan untuk mendapatkan perawatan intensif yang lebih komprehensif. Namun, proses evakuasi yang seharusnya cepat dan efisien justru terhambat karena tidak ada satupun sopir ambulans yang siap siaga di fasilitas tersebut pada saat dibutuhkan.

"Pasien yang harusnya segera dilarikan ke rumah sakit rujukan terpaksa lama menunggu. Saat kami meminta bantuan untuk mengantar pasien, petugas mengatakan bahwa tidak ada sopir yang bisa ditempati karena mereka sedang tidak berada di lokasi atau tidak dalam keadaan siap kerja," ungkap sumber tersebut kepada tim Investigasimabes.com.

Ironisnya, setelah akhirnya seorang sopir berhasil dihubungi dan datang ke rumah sakit, masalah baru muncul ketika akan menyiapkan kendaraan ambulans. Ditemukan bahwa kedua unit ambulans yang dimiliki RS ZUS berada dalam kondisi tidak layak untuk digunakan secara langsung. Satu unit ambulans tidak memiliki bahan bakar minyak (BBM) sama sekali, sedangkan unit ambulans lainnya belum dilakukan perawatan rutin berupa penggantian oli mesin, sehingga tidak aman untuk digunakan dalam perjalanan jauh menuju kota Gorontalo.

Dari pukul 07.30 pagi ketika kondisi pasien mulai menunjukkan tanda-tanda semakin memburuk dan perlu segera dirujuk, keluarga pasien terpaksa menunggu proses kesiapan sopir dan perbaikan kondisi ambulans. Hanya sekitar pukul 09.00 pagi, kendaraan ambulans baru bisa siap untuk berangkat setelah salah satu unit berhasil diberikan perawatan cepat dan dinyatakan aman untuk digunakan.

Namun, hambatan tidak berhenti di situ. Saat akan meninggalkan area RS ZUS menuju RSUD DR Aloe Sabu, tim evakuasi menemukan bahwa bahan bakar yang tersedia di dalam ambulans tidak cukup untuk menempuh perjalanan penuh. Akibatnya, ambulans terpaksa berhenti di salah satu SPBU di jalur utama untuk mengantri mengisi bahan bakar sebelum akhirnya bisa melanjutkan perjalanan menuju rumah sakit rujukan.

"Sangat disayangkan, saat kondisi pasien sudah sangat tidak stabil, kami harus melihat ambulans mengantri di SPBU seperti kendaraan biasa. Setiap detik sangat berharga bagi pasien, namun kita tidak punya pilihan lain karena tidak ada persiapan yang matang dari pihak rumah sakit," tambah keluarga pasien dengan nada penuh kekecewaan.

Hingga saat berita ini diterbitkan, pihak RS ZUS Gorontalo Utara belum memberikan tanggapan resmi terkait kasus yang terjadi. Tim Investigasimabes.com telah melakukan upaya untuk menghubungi pihak manajemen rumah sakit guna mendapatkan klarifikasi mengenai kesiapan sarana dan prasarana, serta sistem penjadwalan tenaga kerja yang menjadi penyebab keterlambatan tersebut.

Sementara itu, pihak RSUD DR Aloe Sabu Gorontalo mengkonfirmasi bahwa pasien telah tiba di fasilitas mereka pada pukul 10.15 pagi dan segera mendapatkan penanganan dari tim dokter spesialis intensif. Kondisi pasien saat ini masih dalam pengawasan ketat di unit perawatan intensif (ICU), meskipun pihak rumah sakit tidak dapat memberikan detail lebih lanjut terkait perkembangan kondisi kesehatan pasien karena alasan kerahasiaan medis.

Kasus ini menjadi contoh nyata tentang pentingnya kesiapan sarana dan prasarana kesehatan di fasilitas pelayanan pertama, terutama terkait sistem rujukan yang harus berjalan dengan lancar untuk menyelamatkan nyawa pasien. Banyak pihak berharap agar kasus ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi pihak pengelola RS ZUS Gorontalo Utara serta dinas kesehatan daerah untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan memastikan bahwa kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan. (Red).

Editor : Investigasi Mabes
Sumber : Tim