Aliansi Mei juga menyoroti kurangnya komunikasi antara pemerintah dan para pedagang sebelum kebijakan tersebut diterapkan. Mereka mengaku tidak dilibatkan secara aktif dalam proses perencanaan, sehingga banyak keputusan yang dianggap sepihak.
Selain itu, para pedagang menilai fasilitas di lokasi relokasi masih jauh dari kata memadai. Beberapa di antaranya mengeluhkan kondisi lapak yang sempit, akses yang sulit dijangkau pembeli, serta kurangnya perlindungan dari panas dan hujan.
Aksi sempat memanas ketika massa mencoba mendekati pintu masuk kantor untuk menyampaikan aspirasi secara langsung. Aparat keamanan yang berjaga terlihat berupaya mengendalikan situasi agar tetap kondusif.
Para pedagang mendesak Wali Kota Ternate untuk segera turun tangan dan menemui mereka secara langsung guna memberikan solusi konkret. Mereka juga menuntut adanya evaluasi terhadap kebijakan penataan pasar serta peninjauan kembali lokasi relokasi yang dinilai tidak layak.“Kami hanya ingin keadilan. Jangan sampai kebijakan ini justru mematikan usaha kami,” tambah perwakilan aksi lainnya.
Editor : RedakturSumber : Team