Dampak Kekosongan Pegawai Kecamatan Sragi Pengaruhi Kualitas Pelayanan

Dampak Kekosongan Pegawai Kecamatan Sragi Pengaruhi Kualitas Pelayanan
Dampak Kekosongan Pegawai Kecamatan Sragi Pengaruhi Kualitas Pelayanan

InvestigasiMabes.com | Lampung Selatan - isu mengenai kekosongan jabatan di tingkat kecamatan yang belakangan ini terungkap, mulai dari empat posisi Kepala Seksi yang kosong melompong di Kecamatan Sragi kabupaten Lampung Selatan menuai sorotan tajam sekaligus tanggapan luas dari masyarakat.

Banyak pihak yang mulai mempertanyakan,Kalau dikatakan pembangunan Lampung Selatan terus bergerak maju, Namun sampai saat ini struktur kepegawaian di kecamatan justru masih banyak yang kosong dan belum lengkap.

Padahal Bupati Lampung Selatan sendiri sudah diketahui telah menjabat lebih dari satu tahun lamanya, waktu yang seharusnya sudah cukup panjang untuk menata dan melengkapi seluruh jajaran birokrasi hingga ke tingkat paling bawah.

Kondisi yang terjadi di Kecamatan Sragi menjadi bukti nyata, Camat Sragi, Wayan Susana yang baru menjabat hampir setahun, harus menanggung beban berat sendirian dibantu Sekretaris Kecamatan, karena keempat posisi Kepala Seksi semuanya kosong.

Wayan pun sampai harus mencurahkan isi hatinya lewat sambungan telepon pada hari ini, Minggu 10 Mei 2026, tepat pukul 09.31, 09.42, dan 09.44 WIB, memohon agar dicarikan empat tenaga baru, salah satunya untuk mengisi posisi vital EkoBang, bahkan meminta dicarikan dari wilayah terdekat seperti Ketapang dan Palas yang letaknya sangat dekat.tuturnya.

Sementara itu, di Kecamatan Way Sulan pun terdapat kekosongan pada posisi EkoBang. Saat dikonfirmasi, Camat Way Sulan, Fitri Hidayat, hanya menjawab singkat:

“Untuk masalah ini saya tidak berkomentar, Kang”, yang maknanya jelas: beliau bersedia membahas hal lain, namun menutup diri dan enggan menyinggung soal kekosongan jabatan tersebut.

Kenyataan ini yang kemudian memicu pertanyaan tajam dari masyarakat, Bagaimana mungkin Lampung Selatan disebut maju dan terus berkembang, sementara di garis terdepan pelayanan—yakni di kecamatan—strukturnya belum utuh, masih banyak kekosongan, dan beban kerja hanya menumpuk di pundak segelintir pejabat?

Sudah lebih dari satu tahun Bupati memegang kendali pemerintahan. Seharusnya dalam kurun waktu tersebut, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) bersama pimpinan sudah memiliki cukup kesempatan untuk menyusun, menempatkan, dan melengkapi posisi-posisi yang kosong ini. Minggu 10 Mei 2026.

Namun kenyataannya, jabatan-jabatan penting itu masih melompong, belum terisi, dan keluhan para camat pun baru bocor ke publik hari ini karena beban yang sudah tak tertahankan lagi.

Masyarakat pun mulai mempertanyakan keseriusan dan prioritas Bupati serta jajarannya,Apakah kemajuan yang digembar-gemborkan hanya sebatas wacana di atas kertas, sementara urusan yang paling mendasar,yaitu melengkapi tenaga pelaksana di lapangan justru terabaikan dan dibiarkan kosong begitu lama?

Bagaimana mungkin roda pemerintahan berjalan cepat dan pelayanan kepada masyarakat berjalan maksimal jika posisi-posisi strategis seperti EkoBang yang bertugas menggali potensi ekonomi dan mengawasi pembangunan, hingga tiga seksi lainnya yang menangani urusan pokok, masih dibiarkan tak berpenghuni.

Tanggapan masyarakat ini menjadi cerminan keresahan yang mendalam. Masyarakat menuntut jawaban: Mengapa Bupati dan BKD begitu lambat bertindak?

Apakah baru akan dilengkapi setelah keluhan ini meluap ke permukaan,Sebab mustahil Lampung Selatan benar-benar maju jika struktur pelayanannya sendiri masih banyak yang bolong dan belum terisi.jelasnya.

Sudah saatnya Bupati Lampung Selatan dan jajaran BKD menjawab keresahan publik ini dengan tindakan nyata.

Jangan biarkan janji kemajuan hanya menjadi slogan, sementara di lapangan ada camat masih kesulitan bekerja karena kekurangan pejabat yang seharusnya sudah ada sejak lama.(Rif).

Editor : Redaktur
Sumber : Team