InvestigasiMabes.com l Ternate, 27 juli 2026 – Kabar membanggakan datang dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Khairun (Unkhair). Program Studi Ekonomi Pembangunan pada Program Sarjana resmi meraih Status Terakreditasi Unggul dari Perkumpulan Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi (LAMEMBA).
Predikat tersebut ditetapkan melalui Keputusan Perkumpulan Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi Nomor: 205/DE/A.5/LAMEMBA-U/VII/2026 tentang Status Terakreditasi Unggul Program Studi Ekonomi Pembangunan pada Program Sarjana Universitas Khairun, Kota Ternate, yang ditetapkan di Jakarta pada 24 Juli 2026.
Capaian ini menjadi kabar penting sekaligus prestasi strategis bagi Universitas Khairun, khususnya FEB Unkhair. Predikat Unggul tidak hanya menjadi pengakuan terhadap kualitas penyelenggaraan pendidikan, tetapi juga menjadi indikator bahwa Program Studi Ekonomi Pembangunan telah memenuhi standar mutu yang ditetapkan dalam proses akreditasi.
Keberhasilan tersebut sekaligus menjadi buah dari proses panjang dan kerja kolektif seluruh sivitas akademika. Berbagai aspek menjadi bagian dari penilaian, mulai dari tata kelola program studi, kualitas sumber daya manusia, kurikulum, proses pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga capaian pembelajaran dan kompetensi lulusan.
Sebelumnya, Program Studi Ekonomi Pembangunan FEB Unkhair telah menjalani asesmen lapangan LAMEMBA pada 25 dan 26 Juni 2026. Proses asesmen tersebut dilakukan untuk memastikan kesesuaian antara dokumen akreditasi dengan implementasi nyata penyelenggaraan pendidikan di lingkungan program studi.
Dalam asesmen lapangan tersebut, tim asesor terdiri dari Dr. Sabir dari Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Prof. Dr. Ida Bagus Putu Purbadharmaja dari Universitas Udayana (Unud).
REKTOR UNKHAIR: CAPAIAN STRATEGIS UNTUK PENINGKATAN MUTU
Rektor Universitas Khairun, Prof. Dr. Abdullah W. Jabid, SE., MM., menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas keberhasilan Program Studi Ekonomi Pembangunan FEB Unkhair meraih predikat Akreditasi Unggul dari LAMEMBA.
Menurut Rektor, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras dan sinergi seluruh sivitas akademika Universitas Khairun, khususnya Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta Program Studi Ekonomi Pembangunan. Predikat Unggul juga menjadi bukti bahwa upaya peningkatan mutu pendidikan tinggi yang dilakukan secara berkelanjutan telah memberikan hasil yang membanggakan.
Rektor menegaskan bahwa pencapaian akreditasi Unggul harus menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta tata kelola perguruan tinggi.
Ia juga berharap capaian tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap Universitas Khairun sekaligus memperkuat posisi Unkhair sebagai salah satu perguruan tinggi yang memiliki peran strategis dalam pembangunan sumber daya manusia dan pembangunan daerah di Maluku Utara.
Menurutnya, predikat Unggul bukan merupakan titik akhir, melainkan bagian dari proses berkelanjutan dalam membangun budaya mutu dan meningkatkan daya saing Universitas Khairun. Karena itu, capaian tersebut harus dijaga melalui konsistensi, inovasi, integritas akademik, dan komitmen bersama seluruh sivitas akademika.
KETUA PRODI: HASIL KERJA KERAS BERSAMA
Ketua Program Studi Ekonomi Pembangunan, Yuliana Kalengkongan, SE., M.Si., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas keluarnya keputusan akreditasi Unggul tersebut.
Menurutnya, predikat tersebut merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh tim Program Studi Ekonomi Pembangunan bersama pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan selama proses akreditasi.
Ia menegaskan, capaian ini tidak boleh berhenti sebagai sebuah prestasi administratif, tetapi harus menjadi energi baru untuk meningkatkan kualitas akademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta inovasi pembelajaran.
Prodi Ekonomi Pembangunan, kata dia, akan terus berkomitmen menjaga mutu dan memperkuat inovasi pembelajaran agar mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi dan daya saing, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Yuliana juga memberikan apresiasi khusus kepada seluruh tenaga kependidikan (tendik) FEB Universitas Khairun yang telah bekerja dengan penuh dedikasi dalam mendukung kelancaran administrasi, pelayanan akademik, serta seluruh rangkaian proses akreditasi hingga Program Studi Ekonomi Pembangunan berhasil meraih predikat Unggul.
DEKAN FEB: BUKTI KERJA KOLEKTIF
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Khairun, Dr. Sulfi Abdul Haji, turut menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas capaian tersebut.
Ia menilai, predikat Unggul merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika FEB Unkhair yang selama ini terus berupaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan dan pelaksanaan tridharma perguruan tinggi.
Menurutnya, keberhasilan ini sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh keluarga besar FEB Unkhair untuk tidak berhenti melakukan pembenahan dan peningkatan mutu.
WAKIL DEKAN I: MUTU HARUS TERUS DIJAGA
Sementara itu, Wakil Dekan I FEB Unkhair, Said Mala, SE., M.Si., menilai bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari penguatan tata kelola akademik, peningkatan kualitas pembelajaran, serta komitmen dosen dan mahasiswa dalam menjaga mutu pendidikan.
Ia berharap predikat Unggul yang telah diraih dapat dipertahankan dan terus ditingkatkan melalui berbagai inovasi yang berkelanjutan.
Menurutnya, tantangan setelah meraih akreditasi Unggul justru semakin besar karena program studi dituntut untuk mempertahankan kualitas sekaligus meningkatkan standar akademik agar mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan dunia kerja.
KETUA SENAT FEB: MOMENTUM PERKUAT BUDAYA AKADEMIK
Ketua Senat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Khairun, Muhammad Hasnin, SE., ME., turut memberikan apresiasi atas capaian tersebut.
Ia menilai keberhasilan Program Studi Ekonomi Pembangunan meraih akreditasi Unggul merupakan bukti nyata keseriusan FEB Unkhair dalam membangun budaya akademik yang berkualitas.
Menurutnya, capaian tersebut harus dijadikan momentum untuk memperkuat integritas akademik, meningkatkan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah, memperluas jejaring kerja sama, serta memperbesar kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan daerah dan nasional.
"Akreditasi Unggul bukanlah akhir dari sebuah perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas. Predikat ini harus dibuktikan melalui kinerja akademik, kualitas lulusan, riset yang berdampak, dan kontribusi nyata bagi masyarakat," ujarnya.
TANTANGAN MEMPERTAHANKAN PREDIKAT UNGGUL
Dengan diperolehnya Status Terakreditasi Unggul, Program Studi Ekonomi Pembangunan FEB Universitas Khairun kini memiliki tanggung jawab besar untuk mempertahankan capaian tersebut.
Predikat Unggul diharapkan menjadi momentum untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat riset dan pengabdian kepada masyarakat, memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai lembaga, serta menghasilkan lulusan yang kompeten, berintegritas dan adaptif terhadap dinamika perekonomian.
Lebih jauh, Program Studi Ekonomi Pembangunan diharapkan dapat mengambil peran strategis dalam memberikan kontribusi pemikiran dan kajian akademik terhadap berbagai persoalan pembangunan, khususnya di Maluku Utara.
Sebab, sebagai salah satu program studi yang memiliki posisi strategis dalam mengkaji persoalan ekonomi dan pembangunan, kualitas lulusan Ekonomi Pembangunan diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam perumusan kebijakan publik dan pembangunan ekonomi daerah.
Capaian akreditasi Unggul ini sekaligus menjadi kebanggaan bagi Universitas Khairun dan masyarakat Maluku Utara. Namun, di balik kebanggaan tersebut terdapat tanggung jawab besar untuk memastikan bahwa predikat Unggul benar-benar tercermin dalam kualitas pembelajaran, kompetensi lulusan, produktivitas penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta kontribusi nyata bagi pembangunan.
Keputusan tersebut ditetapkan di Jakarta pada 24 Juli 2026 dan ditandatangani oleh Ketua Dewan Eksekutif LAMEMBA, Prof. Ina Primiana, ST., MT.
InvestigasiMabes.com(Haeril)
Editor : RedakturSumber : Team