Tajam24.com Bantah Tudingan Penyaduran Berita, Soroti Pemahaman Karya Jurnalistik

Tajam24.com Bantah Tudingan Penyaduran Berita, Soroti Pemahaman Karya Jurnalistik
Tajam24.com Bantah Tudingan Penyaduran Berita, Soroti Pemahaman Karya Jurnalistik

Investigasimabes.com l Jambi — Pimpinan Redaksi tajam24.com membantah tudingan telah melakukan penyaduran berita media lain sebagaimana diberitakan dalam artikel berjudul “AwaSi Soroti Dugaan Penyaduran Berita oleh Tajam24.com, Diminta Hargai Karya Jurnalis Media Lain” yang dikaitkan dengan pemberitaan media korantekad.id.

Pimpinan Redaksi tajam24.com menegaskan, materi yang menjadi persoalan bukanlah karya jurnalistik yang diterbitkan oleh media lain, melainkan sebuah unggahan di media sosial TikTok yang bersifat konsumsi publik.

Menurutnya, unggahan tersebut tidak dapat serta-merta disamakan dengan produk jurnalistik yang dibuat melalui proses peliputan, verifikasi, konfirmasi, dan penyuntingan oleh seorang wartawan.

“Yang perlu dibedakan adalah mana karya jurnalistik dan mana postingan media sosial yang dikonsumsi publik. Berita yang kami terbitkan di tajam24.com merupakan hasil pengolahan informasi untuk kepentingan pemberitaan, bukan menyadur karya jurnalistik media lain,” tegasnya.

Pihak tajam24.com juga mempertanyakan langkah akun TikTok yang sebelumnya menayangkan materi tersebut, namun kemudian secara mendadak menghapus atau menurunkannya (take down).

“Kalau memang tidak ada persoalan, mengapa postingan tersebut tiba-tiba diturunkan? Ini yang justru menjadi pertanyaan publik. Kami tidak menuduh siapa pun, tetapi fakta tersebut patut dipertanyakan,” ujarnya.

Ia menilai, organisasi yang mengatasnamakan wartawan seharusnya memahami secara jelas perbedaan antara konten media sosial dan karya jurnalistik sebelum melontarkan tudingan penyaduran.

“Jangan sampai terjadi kekeliruan dalam memahami produk jurnalistik. Wartawan bekerja berdasarkan proses jurnalistik, sementara unggahan TikTok adalah konten yang berada di ruang publik. Dua hal tersebut tidak bisa begitu saja disamakan,” katanya.

Selain persoalan pemberitaan, pimpinan tajam24.com juga menyoroti aktivitas organisasi wartawan yang kerap melakukan aksi demonstrasi terhadap berbagai instansi.

Ia mempertanyakan apakah aksi unjuk rasa merupakan tugas utama seorang wartawan.

“Pertanyaan kami sederhana, apakah tugas wartawan itu melakukan demonstrasi? Bukankah tugas utama wartawan adalah mencari informasi, melakukan verifikasi, menulis, dan menyampaikan berita kepada masyarakat?” ujarnya.

Menurutnya, kebebasan menyampaikan aspirasi tetap merupakan hak setiap warga negara dan organisasi, namun identitas serta profesi kewartawanan harus tetap ditempatkan secara proporsional.

“Jangan sampai fungsi kontrol sosial melalui pemberitaan justru bergeser menjadi aktivitas demonstrasi yang kemudian membawa-bawa nama wartawan. Wartawan memiliki tugas profesional untuk menyampaikan informasi kepada publik secara berimbang dan berdasarkan fakta,” tegasnya.

Pimpinan Redaksi tajam24.com menambahkan, pihaknya terbuka terhadap kritik maupun hak jawab apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan oleh pemberitaan. Namun, ia meminta setiap tudingan terhadap media dilakukan berdasarkan fakta dan tidak mencampuradukkan antara konten media sosial dengan karya jurnalistik.

“Kalau ada yang merasa karya jurnalistiknya disadur, silakan tunjukkan karya jurnalistik yang dimaksud dan buktikan bagian mana yang disadur. Jangan menjadikan sebuah postingan TikTok sebagai dasar untuk menuduh media melakukan penyaduran,” pungkasnya. (Red).

Editor : Investigasi Mabes
Sumber : Tim