Pendatang Baru Serbu Jakarta Usai Hari Raya Idul Fitri

Foto Investigasi Mabes
Pendatang Baru Serbu Jakarta Usai Hari Raya Idul Fitri
Pendatang Baru Serbu Jakarta Usai Hari Raya Idul Fitri

InvestigasiMabes.com | Jakarta -- Seribu orang lebih pendatang tiba di Jakarta Usai Lebaran Idul Fitri. 17 persen lebih diantara nya Belum Punya Pekerjaan. (03 Mei 2023)Sepekan Arus Balik, Pemudik tiba di Stasiun Senen, Jakarta, Minggu (23/5/2021). Dari 27.160 warga sebanyak 17.623 orang merupakan warga Jakarta atau ber-KTP Jakarta yang selama libur Lebaran kembali ke kampung masing-masing, sementara 9.537 merupakan warga non DKI Jakarta atau pendatang baru.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta Budi Awaluddin mencatat, hingga Selasa (2/5), sebanyak 1.228 pendatang sudah tiba di Ibu Kota usai Lebaran Idul Fitri.Dari jumlah tersebut, sebanyak 17 persen lebih persen atau 220 orang belum punya pekerjaan. Kemudian, 24,54 persen atau 301 orang merupakan karyawan swasta dan 24,46 persen atau 300 orang adalah seorang pelajar atau mahasiswa.

"Per tanggal 2 Mei, dari jumlah pendatang sebanyak 1.228 jiwa, berdasarkan data kami, tiga paling banyak pekerjaannya adalah karyawan swasta 24,54 persen, pelajar atau mahasiswa 24,46 persen, dan belum bekerja 17 persen lebih " kata Budi di Jakarta, Rabu, (3/5/2023).Kemudian, dari data itu, pendatang dengan berpenghasilan rendah sebanyak 59,15 persen.

Di kesempatan terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Joko Agus Setyono mengatakan, akan membahas kebijakan untuk menangani pendatang yang belum memiliki pekerjaan tersebut."Kita pikirkan dulu. Kita pikirkan dulu karena untuk membuat kebijakan yang semacam itu harus kita punya datanya dulu, kenapa (belum memiliki pekerjaan), baru kita tahu kebijakannya," kata Joko di Balai Kota DKI Jakarta.

Sebelumnya, Budi mengatakan bahwa jumlah pendatang ke Jakarta akan mengalami peningkatan sebesar 20 hingga 30 persen.Kedatangan sejumlah penduduk dari luar daerah Jakarta ini, ujar Budi, perlu diantisipasi untuk mencegah kemiskinan ekstrem dan stunting di Ibu Kota.

“Kota ini ke depannya akan bertransformasi menjadi kota global, layaknya kota-kota maju lainnya di dunia. Setelah tidak lagi menjadi Ibu Kota Negara, Jakarta menjadi pusat ekonomi-bisnis, sosial dan budaya. Karena itu, pastikan sudah memiliki pekerjaan pasti dan/atau keahlian, agar tidak menjadi penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) di Kota Jakarta. (TR32)

Editor : Investigasi Mabes
Tag:
Bagikan


Berita Terkait
Terkini