InvestigasiMabes.com l Pekanbaru -- Pekerjaan Pembangunan Pagar Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 33 Kota Pekanbaru diduga tidak sesuai Gambar serta menyalahi Rencana Kerja dan Syarat (RKS). Sekolah yang terletak di Jalan Sidorukun Kelurahan Labuh Baru Barat Kecamatan Payung Sekaki Kota Pekanbaru dari pantauan Media Investasi Mabes.com terlihat mendapatkan kegiatan pembangunan Pagar Sekolah.Dari pengamatan dilapangan, terlihat ada beberapa orang yang sedang melakukan kegiatan pengecoran Tapak Pondasi Pagar, beberapa orang pekerja sedang membawa gerobak Sorong yang berisikan adukan cooran beton untuk dituangkan kedalam Tapak Pondasi yang sudah digali, namun tapak yang sudah digali tersebut sedang digenangi oleh air dan dituangi dengan adukan cooran beton tadi.
Ketika Media ini mengamati sekitar lokasi pekerjaan, terlihat adanya papan nama kegiatan yang bertulisan Pekerjaan Pembangunan Pagar SMP Negeri 33 Pekanbaru, Pelaksana CV. LOTUS dengan Nomor Kontrak 47/KTR-PL/SARPRAS APBD/2023 dengan Pagu Anggaran Rp.172.085.000,00 dan Waktu Pelaksanaan Selama 60 Hari Kalender, dan Konsultan pengawas CV. Tiora Berlian Konsultan.Disamping papan nama, juga ada terlihat beberapa batang sisa dari kayu cerocok, kemudian ada tumpukan kerikil dan pasir cor. Untuk mengetahui seperti apa bentuk konstruksi pembangunan Pagar itu, Media Investasi coba untuk mencari informasi kepada kepala tukang seperti apa gambar pelaksanaannya.
Setelah melihat dan mencermati gambar itu, Media Investasi coba untuk bertanya kepada kepala tukang apakah sebelum pekerjaan pengecoran Tapak dilakukan ada pekerjaan urugan pasir dilakukan, dan Kepala tukang itu bilang tidak, sementara dalam gambar ada pekerjaan urugan pasir dan lantai kerja.Sementara Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Indra Yana ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya, seperti apa metode pelaksanaan untuk kegiatan pembangunan Pagar SMP, apakah ada dikerjakan pekerjaan urugan pasir seperti yang tertuang dalam gambar bestek, apakah air dan lumpur yang ada dalam Tapak yang digali itu disedot dan dikeringkan dulu sebelum dilakukan pengecoran ? Indra Yana menjawab untuk pekerjaan urugan pasir memang tidak dikerjakan dan kita ganti dengan ketebalan lantai kerjanya, untuk masalah air dari keterangan tukang itu dikeringkan dengan menggunakan ember kata Indra Yana mengakhiri pembicaraan. Sementara KPA/PPK Multi Feri, ST hingga berita ini dimuat belum memberikan balasan terkait pesan yang kirim melalui nomor telepon selulernya. (Ef) Editor : Investigasi Mabes