InvestigasiMabes.Com | Sulut -- Aksi unjuk rasa yang dilakukan beberapa Ormas di kabupaten. Konawe selatan provinsi Sulawesi Tenggara yaitu, Aliansi Masyarakat Anti korupsi(AMAK) yang tergabung beberapa lembaga LSM, Lingkar pemuda Masyarakat Tolaki Sulawesi Tenggara (LPMT Sultra) dan Forum Komunikasi pemberantasan korupsi (FKPK) melakukan aksi unjuk rasa di kejaksaan Negeri konawe selatan. Selasa, (13/06/2023)
Aksi mereka menuntut agar Kepala kejaksaan Negeri konawe selatan agar mundur dari jabatan nya dan kasi intel kejari konawa Selatan agar di copot. Hal tersebut di sampaikan oleh kordinator lapangan Jekky catur priadi. Bahwa kasi intel kejari konawa Selatan dan kepala kejaksaan Negeri konawe selatan telah bersama sama, melakukan tindak pidana korupsi, kolusi, dan Nepotisme di konawe selatan ini, ujarnya. Karena besar dugaan kami kepala kejaksaan Negeri konawe selatan bersama kasi intel kejaksaan, telah bekerjasama untuk memeras salah satu oknum masyarakat yang sementara berproses hukum, terkait dugaan korupsi di kabupaten konawe selatan ini, tutupnya.
Di tempat yang sama Nurlan. SH, salah satu korlap juga mengatakan hukum adalah panglima tertinggi di negara Republik indonesia kita ini, sepatunya aparat penegak hukum inilah sebagai prajurit Dalam menjalankan penegakkan supremasi hukum.
Sebagai aparat penegak hukum jangan memberikan contoh yang tidak baik dalam penegakkan supremasi hukum, yang di mana di mata masyarakat sekarang ini, hukum seakan tumpul ke atas tapi tajam ke bawah, ungkapnya.
Salah satu pendemo mengatakan bahwa kami sangat menyayangkan dengan adanya issu sarra yang di duga di lakukan oleh oknum kejari, dalam melakukan pemeriksaan kepada salah satu oknum masyarakat suku Tolaki, di duga telah menghina suku atau daerah.
Dugaan penghinaan sara ini juga menjadi point dalam pelaporan kami di FKPK di Kejati sultra terkait kode etik Jaksa, tegasnya.
Dan apabila tuntutan kami tidak segera di tindak lanjuti maka kami dari berbagai kelompok- kelompok masyarakat, pemuda Suku Tolaki akan melakukan aksi yang lebih besar lagi tutup korlap lapangan, Nurlan. SH.
(Andriawan polingay)
Editor : Investigasi Mabes