InvestigasiMabes.com l Rembang -- Pemerintah pusat melalui kementrian terkait untuk mendobrak tingkat perekonomian masyarakat di setiap kab/kota berusaha mendatangkan investor.Rembang saat ini terus melakukan inovasi untuk terus berupaya meningkatkan ekonomi masyarakatnya dengan mendatangkan investor untuk mendirikan berbagai macam pabrik yang nantinya akan mampu menyerap tidak hanya tenaga kerja namun juga warga disekeliling pabrik akan dapat berjualan dan dana csr dari perusahaan tersebut akan dirasakan oleh masyarakat.
Namun tidak jarang dalam pelaksanaannya pihak perusahaan hanya melakukan koordinasi dengan pihak tertentu saja, dan mengabaikan hal mendasar terhadap warga setempat yang sangat berharap dengan keberadaan pabrik diwilayah mereka akan mampu membantu perekonomian.Beberapa waktu yang lalu, Warga Desa Jape menyampaikan keluh kesahnya terkait keberadaan sebuah pabrik dikampungnya, yang sampai saat ini tidak ada efek positif dari pabrik tersebut. Kami awalnya yakin dengan adanya pabrik ini ekonomi warga akan sedikit terangkat, ternyata tidak merasa lebih baik tapi menjadikan polemik dengan masyrakat sekitar.Di tambah lagi keluh kesah warga yang seakan tidak di hiraukan oleh kepala desa setempat. Kepala desa terkesan tidak mau tau atas keluhan warganya.Ungkap warga kepada media ini.
Dalam kesempatan yang sama Para pedagang makanan disekitaran pabrik juga mengatakan, Kades harusnya membantu kami menjembatani, carikan solusi biar kami juga bisa numpang cari rezeki, ini kita dagang boleh tapi karyawan harus jajan dikantin dalam pabrik, sama juga bohong pak. Ungkap salah satu pedagang yang terlihat sedih karna dagangannya tidak laku.Saat ditanya awak media. "Buk apa sejahtera dengan adanya pabrik ini? Jawaban ibu pemilik warung ( sejahtera npo mas, pak lurah ae. Mingkem, menowo wes warek dwit mas, ujar salah satu warga sekitar pabrik tersebut.) yang artinya " Sejahtera apa mas, pak kepala desa saja diam, mungkin sudah kenyang dengan hasil nya pabrik tersebut".Warung makan di sekitar pun merasa sepi, karena kebijakan pabrik yang menyuruh untuk makan di kantin dalam lokasi pabrik, sehingga harapan para pedagang yang semulanya rame, menjadi sepi. " ( sepi mas , karena seluruh karyawan di sarankan untuk makan di kantin pabrik sebelah dalam sendiri. Ungkap pemilik warung di sekitar pabrik.Kami berharap, menginginkan kepala Desa mendengar aspirasi atau keluhan dari masyarakat sekitar, dan transparanya apabila ada pengelolaan limbah, warga pun seharusnya ikut merasakan hasil dari kesejahteraan pabrik tersebut bukan malah menguntungkan dirinya sendiri.
Untuk selanjutnya awak media investigasimabes.com akan menelusuri lebih jauh , apakah limbah pabrik ada yang berdampak polusi terhadap lingkungan , Sesuai informasi dari warga sekitar. Yang di harap ada kebijakan kebijakan yang tertuju untuk kepentingan mensejahterakan masyarakat bersama. Atau malah di manfaatkan untuk kepentingan oknum oknum yang tidak bertanggung jawab, yang sifatnya mensejahterakan dirinya sendiri ( individu).Saat Tasripin selaku kepala Desa Jape Kecamatan Pancur tersebut di hubungi oleh awak media. Lewat pesan watshap mengatakan kalo mau ketemu pada hari rabu tanggal 27 September sore ingin bertemu untuk klarifikasi, tapi bukan di desa atau di rumah kepala desa tersebut, tapi mau bertemu di warung kopi deket pom bensin, yang berkesan sangat jauh dari desa nya.(Red).
Editor : Investigasi Mabes