Polda Maluku Gelar Dialog Soroti Kesiapan Jelang Nataru

Foto Investigasi Mabes
Polda Maluku Gelar Dialog Soroti Kesiapan Jelang Nataru
Polda Maluku Gelar Dialog Soroti Kesiapan Jelang Nataru

"Kami telah menyiapkan Operasi Lilin Salawaku yang didalamnya terdapat beberapa satgas yang akan bekerja sesuai fungsinya masing-masing. Tujuannya untuk memberikan rasa aman kepada umat Nasrani yang ada di kota Ambon dalam merayakan Natal dan juga Tahun baru nanti," ungkapnya.Saat pelaksanaan operasi Lilin Salawaku nanti, Polresta Ambon akan melibatkan 1.703 personil pengamanan. Terdiri dari Polresta Ambon yang dibackup Polda Maluku, kemudian perbantuan dari Kodam XVI/Pattimura, Satpol PP, Perhubungan dan instansi terkait lainnya.

"Kami juga akan mendirikan beberapa pos yang diantaranya adalah pos pelayanan dan pos terpadu yang tujuannya untuk melayani masyarakat yang membutuhkan," katanya.Saat pengamanan malam Nataru, Kompol Syarifudin juga mengaku pihaknya akan melakukan rekayasa jalur lalu lintas. Tujuannya agar pelaksanaan ibadah maupun perayaan Natal dan Tahun baru berjalan aman dan lancar.

"Rekayasa jalur bertujuan agar tidak terjadi penumpukan kendaraan di ruas jalan tertentu sehingga dapat memberikan kenyamanan kepada umat Nasrani yang melaksanakan ibadah," jelasnya.Kompol Syarifudin menghimbau masyarakat agar dapat bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar selalu aman dan kondusif.

"Tidak melakukan hal-hal yang bersifat eforia saat perayaan Natal nanti tetapi lebih pada berkumpul bersama keluarga di rumah dan lakukan doa dan ibadah bersama keluarga," ajaknya.Sementara itu, Ketua MPH Sinode GPM Pdt. Elifas Maspaitella menghimbau kepada umat Kristiani di wilayah Maluku agar tidak merayakan Natal dengan cara yang berlebihan.

"Kemarin kita baru saja melaksanakan sidang MPL Sinode di wilayah Kisar dan tekad kita adalah bagaimana kita memperkuat ketahanan pangan lokal daerah," ungkapnya.Ketahanan pangan lokal daerah, kata Pdt Elifas mudah diakses oleh umat. Seperti misalnya kebutuhan cili yang bisa ditanami di pekarangan rumah atau di kebun milik sendiri. Hal ini agar kebutuhan cili dapat terpenuhi dan lonjakan harga bumbu dapur di pasar ini tidak terjadi.

"Apalagi jelang perayaan Natal dan tahun baru, sebab di Maluku ini fenomena jelang Natal dan tahun baru itu pasti pasar dan pusat perbelanjaan akan padat, ramai, karena orang akan belanja dengan jumlah yang banyak untuk kebutuhan di rumah," jelasnya.Pdt Elifas juga menyampaikan agar perayaan Natal yang dilaksanakan tidak terlalu berlebihan, namun lebih sederhana karena yang terpenting adalah bagaimana mendekatkan diri dengan Tuhan.

"Yang terpenting adalah bagaimana mendekatkan diri dengan Tuhan dalam ibadah kita yang kalau kita di sini bilang hidup apa adanya namun tetap religius," ajaknya.(Ade)

Editor : Investigasi Mabes
Tag:
Bagikan


Berita Terkait
Terkini