InvestigasiMabes.com | Kota Sukabumi - Dari beberapa lembaga dan ormas serta tokoh masyarakat, datangi kantor Bawaslu kota sukabumi, terkait adanya dugaan yang di lontarkan oleh Incambent perihal perbedaan selisih suara. Selasa, (27/2/24)
Padahal hasil dari 3 kecamatan sudah membenarkan bahwa, "Ujang Taopik sudah di pastikan menang, tim kemenangan Ujang Taopik datangi langsung ke kantor Bawaslu Kota Sukabumi yang beralamat di Jl. Stadion No.1, Dayeuhluhur, Kec. Warudoyong, Kota Sukabumi.
Saat di wawancarai awak media Dadang Jamaludin selaku keluarga LSM Kompak menuturkan, Kami menyikapi kalou memang ada kecurangan silahkan tempuh jalur mekanisme yang seharusnya, jangan sampai hal tersebut menjadi di lur mekanisme.
Hal ini ada di salah satu calon yang merasa tidak puas dengan hasil pleno di tingkat kecamatan dan dia sampai mendatangi Bawaslu dan akhirnya masyarakat resah, makanya hari ini masyarakat cibereum berkumpul.
"Setelah kita memberikan statement dan kita membuat berita acara akan kami sampaikan ke Bawaslu sebagai pertimbangan untuk Bawaslu agar selalu konsisten dalam menjaga pesta demokrasi ini," kata Dadang Jamaludin LSM Kompak.
Lebih lanjut H.henda menyampaikan, selaku masyarakat cibeureum saya melihat ada salah satu calon yang ingin pleno nya di ulang untuk Kecamatan Cibeureum dan Baros."Saya sebagia warga masyarakat Kecamatan Cibeureum untuk menjaga hal-hal yang tidak kondusif seharusnya pihak KPU tegas untuk tidak ada pleno ulang," sambungnya.
Dadang Jamaludin menambahkan, pada intinya kita akan menghargai proses demokrasi sesuai payung hukum yang ada dan juga sesuai regulasi, ketika memang di haruskan seperti itu tolong dong semuanya dalam hal ini.
Karena kecurangan itu baru dugaan - dugaan hampir dari semua sektor, karena itu sudah menjadi keputusan keputusan lembaga yang di bidangnya.
Bahwa jangan sampai mereka membuat preming-preming di media, dan sehingga membuat kisruh di masyarakat karena kita meyakini kita mempercayai sepenuhnya kepada penyelenggara baik dari KPU maupun Dari BAWASLU.Kabiro Sukabumi : Arif Setiawan
Editor : Investigasi Mabes