InvestigasiMabes.com | Saumlaki - Sempat bermohon "diselamatkan" terkait pemberitaan bungker solar oplosan di TB Penerus, Denis Iriawan Oknum POM TNI Angkatan Laut yang bertugas di Kabupaten Kepulauan Tanimbar kembali mendapat sorotan serius.
Menurut Pelda Denis Iriawan, dirinya memang dipercayakan memonitor dan mengamankan urusan Bos Hasan seorang pebisnis besi tua untuk mengusahakan penarikan KM. Tanimbar Bahari dari Saumlaki ke Surabaya.
"Di hari ketiga, Katong (kami) transaksi perjanjian jual beli dengan Ricky Afaratu selesai. Kalau pake (gunakan) tugboat dari Jawa mahal 700 ratus juta rupiah," jelasnya.
Dirinya (Denis) juga mengaku "saya dari POM Lanal" saat berkomunikasi dengan Pak Yanto (pemilik sebuah bengkel sekitar jalan kearah lokasi Arca Kristus Raja di Desa Olilit Timur) yang diketahui turut menemani Hepy dalam pengurusan Tugboat/TB Penerus sebagai solusi atas kemahalan sewa Tugboat dari Pulau Jawa.
Berdasar keterangan Denis, si Hepy tawarkan Tugboat guna melancarkan penarikan KM. Tanimbar Bahari. Ongkos sewa Tugboat yang ditawarkan Hepy yakni 500 juta rupiah, bebernya.
Saat pemberitaan pertama soal bungker solar oplosan di TB Penerus diekspos media ini, Denis mengaku sempat memanggil Hepy bersama dua oknum lainnya dan Bram Batbual selaku kepala keagenan Tugboat di Saumlaki untuk meminta anggaran 400 juta rupiah milik H. Mubarokh dikembalikan (Selasa/3/4/2024, sekitar pukul 10.25 WIT)."Beta (saya) panggil dong deng Pak Bram, Beta pingin barang ini jelas. Jadi, saya bilang pokoknya tolong kembalikan uang kalau tidak... Eh Mabes Polri su telpon," ungkapnya bersemangat.
Sebelumnya, dirinya katakan telah memperingatkan mereka (para pihak yang terlibat solar oplosan, red.) namun karena para penggiat solar oplosan itu tak menghiraukan usahanya.
"Memang Katong (kami) tau masalah itu, lalu sudah ingatkan mereka jangan berbuat hal seperti itu tetapi karena dong seng mau dengar, jadi intinya uang Pak Haji (H.Mubarokh, red.) 400 juta rupiah harus dikembalikan," ungkapnya.
Dirinya tanpa ragu mengaku, mengalami kerugian di depan empat pengurus (Pak Bram, Hepy, dan dua oknum lain) akibat dieksposnya solar oplosan tersebut. "Saya panggil dong, saya bilang yang rugi itu saya. Ruginya apa, waktunya berlama - lama," ketusnya.
Editor : Investigasi Mabes