Latdalam, Kreasi dan Inovasi Keripik Singkong Mahasiswa KKN UNLESA

Foto Investigasi Mabes
Latdalam, Kreasi dan Inovasi Keripik Singkong Mahasiswa KKN UNLESA
Latdalam, Kreasi dan Inovasi Keripik Singkong Mahasiswa KKN UNLESA

Investigasimabes.com l Saumlaki -- Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Kelompok mahasiswa Universitas Lelemuku Saumlaki yang melakukan KKN di Desa Ladalam berinovasi inovatif dengan mengadakan pelatihan pengolahan singkong menjadi keripik bagi ibu-ibu di RT 09, desa Latdalam Kecamatan Tanimbar Selatan Kabupaten Kepulauan Tanimbar Provinsi Maluku pada Kamis, 5/12/2024.Desa latadalam merupakan salah satu dari sekian desa di Kabupaten Kepulauan Tanimbar Provinsi Maluku yang memiliki potensi sumber daya alam baik perikanan, pertanian, kopra, hasil hutan dan lain-lain yang sangat menjanjikan bagi peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat.

Desa Latdalam yang terkenal dengan panorama alamnya yang indah nan asri terbalut ramahnya penduduk dengan kekayaan alam berlimpah menarik perhatian sejumlah mahasiswa Universitas Lelemuku Saumlaki menjalankan program pengabdian kepada masyarakat di desa itu.Kordinator Mahasiswa KKN di Desa Latdalam Carlos Falirat dalam kordinasinya dengan Kordinator Mahasiswa KKN Kecamatan Tanimbar Selatan Martin Ivakdalam dan rekan-rekan mahasiswa lainnya melirik salah satu produk unggulan pertanian masyarakat Desa Latdalam yakni Singkong atau Kasbi dalam sebutan masyarakat Maluku.

Hasil kebun para petani berupa Singkong atau Kasbi yang pengolahannya sangat terbatas atau langsung dijual glondong oleh para petani ke pasar mendapat perhatian sejumlah mahasiswa yang berinisiatif untuk mengadakan pelatihan pembuatan keripik Singkong/Kasbi.Sejumlah Ibu-ibu rumah tangga di RT 09 Desa Latdalam sebagai peserta pelatihan. Dalam kegiatan ini, mereka dibekali dan mempelajari bagaimana membuat keripik Singkong/Kasbi menjadi lebih menarik untuk dijual demi meningkatkan tambahan penghasilan keluarganya.

Pelatihan dimaksud terlaksana sangat detail, mulai dari cara mengupas, memotong tipis, menggoreng, meramu dan menambah bumbu hingga pengemasan promosi dan pemasaran keripik.Program kerja nonformal ibu-ibu RT 09 ini tidak hanya bertujuan memberdayakan ibu-ibu setempat, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru dengan membuat produk berbahan lokal yang unggul.

Usaha keripik singkong ini diharapkan dapat berkembang menjadi produk unggulan masyarakat Tanimbar yang dapat bersaing di pasar yang lebih luas dengan dukungan dan pendampingan yang berkelanjutan dari para pemangku kepentingan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar dengan harapan kegiatan-kegiatan serupa dapat terus dilakukan karena sangat banyak manfaatnya baik peningkatan hasil pertanian, lapangan kerja dan pergerakan ekonomi kerakyatan. (IM. 125).

Editor : Investigasi Mabes
Tag:
Bagikan


Berita Terkait
Terkini