Prioritaskan Kepentingan Anak, Kasus KDRT SA Tidak Layak Dilanjutkan

Foto Investigasi Mabes
Prioritaskan Kepentingan Anak, Kasus KDRT SA Tidak Layak Dilanjutkan
Prioritaskan Kepentingan Anak, Kasus KDRT SA Tidak Layak Dilanjutkan

InvestigasiMabes.com | Banyuwangi – Perkembangan terbaru dalam kasus dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang melibatkan anggota DPRD Banyuwangi berinisial SA mencatat langkah mengejutkan. Dua saksi yang sebelumnya memberikan keterangan di Mapolresta Banyuwangi kini telah mencabut pernyataan mereka secara resmi. Situasi ini menuai perhatian serius dari berbagai pihak, termasuk pemerhati perlindungan anak yang juga Ketua LSM PERINTIS, Halili Abdul Gani, S.Ag., S.H. 

Menurut Halili, perkara ini tidak hanya menyangkut aspek hukum, tetapi juga berdampak langsung pada psikologis anak-anak dari pihak terlapor. Ia menegaskan bahwa kasus semacam ini semestinya tidak dilanjutkan apabila terdapat potensi memperburuk kondisi mental anak yang masih dalam tahap perkembangan. "Kami memandang bahwa kepentingan terbaik bagi anak harus menjadi prioritas utama. Melanjutkan proses hukum tanpa mempertimbangkan efek traumatis pada anak-anak hanya akan membawa dampak negatif yang berkepanjangan," ujarnya.

Lebih lanjut, Halili menyerukan kepada pihak-pihak terkait untuk mengambil pendekatan yang lebih bijaksana dan berorientasi pada perlindungan keluarga. "Kami menghormati proses hukum yang berlaku, namun penyelesaian secara kekeluargaan yang memperhatikan kesejahteraan anak adalah langkah yang jauh lebih manusiawi dan konstruktif," tambahnya. 

LSM PERINTIS menekankan bahwa keadilan tidak semata-mata berbasis pada penghukuman, tetapi juga pada perlindungan terhadap individu rentan, terutama anak-anak. Oleh karena itu, Halili mendorong agar semua pihak dapat menyelesaikan perkara ini dengan damai dan penuh tanggung jawab sosial. 

Sebagai bentuk komitmen, LSM PERINTIS akan terus memantau kasus ini dan memberikan pendampingan jika diperlukan untuk memastikan bahwa prinsip-prinsip perlindungan anak tetap menjadi landasan dalam setiap keputusan yang diambil. (Red)

Editor : Investigasi Mabes
Tag:
Bagikan


Berita Terkait
Terkini