InvestigasiMabes.com l Konawe Selatan -- ratusan masa aksi yang tergabung dalam guru honorer R2 dan R3 menggelar Aksi damai di gedung DPRD dan kantor BKD,Rabu, 15/01/2025Masa aksi menuntut 1.menolak p3 k paruh waktu
2.membuka formasi di setiap instansi sesuai dengan jumlah honorer3.mengangkat seluruh honorer menjadi penuh waktu
4.menyelesaikan seluruh R2 dan R3 yang terdata dalam pangkalan bkn dengan mengutamakan usia masa kerja.Masa aksi sempat bertemu dengan Hamran ketua DPRD, beliau langsung menyampaikan kepada masa aksi bahwa tuntutan kalian ini adalah tuntutan rakyat dan wajib kami atensi, maka dari itu saya sampaikan akan memanggil dinas- dinas yang terkait lalu kita rapat dengar pendapat (RDP) waktunya langsung di putuskan hari senin, 20 Januari 2025.ucapnya
Setelah dari gedung DPRD masa aksi pun bertandang ke dinas BKD, untuk menyampaikan keluh kesah parah guru honorer.Guntur spd, selaku kordinator Aksi menyampaikan keluh kesah nya dengan suara lantang dia mempertanyakan dari mana k2 yang lolos di seleksi p3 k ini, apakah honorer siluman yang tidak pernah honor tiba-tiba terangkat di mana tanggung jawab BKD selaku pelaksana penyusunan dan pelaksana kebijakan daerah dibidang kepegawaian, termasuk penyeleksi berkas, sementara saya sudah dua puluh tahun honor, dan ada teman- teman yang sudah lebih tapi tidak terangkat, tuntutnyaArdianto, SH.selaku orator menyampaikan bahwa ini adalah bentuk ke tidak adilan pemerintah Daerah, yaitu dinas BKD yang meloloskan atau menginput calon-lacon seleksi p3 k,yang tidak pernah honor tiba-tiba lolos seleksi, ini hanya karena adanya orang dalam(ordal)atau keluarga ( nepotisme) dan ini kami menduga bahwa dinas BKD, bermain mata atau kongkalikong,TuturnyaKami mendesak dinas BKD agar keluar menemui masa aksi dan mengabulkan empat poin tuntutan masa aksi para guru honorer, dan kalau tidak kami akan menyegel kantor BKD ini,dan akan menjadwalkan aksi yang lebih besar lagi,tutupnya
Setelah bernegosiasi kepala BKD keluar menemui masa aksi, dan menyampaikan bahwa kami akan menyurat ke menpan-rb,selaku regulator atau pembuat aturan untuk menyampaikan aspirasi para honorer dan kami juga sudah di undang oleh DPRD untuk Rapat dengar pendapat (RDP) karena posisi kami di sini hanya sebagai panselda selaku regulasi dari panselnas pusat,ucapnyaDi tempat terpisah salah satu guru honorer dengan rasa kecewa dan terharu bahwa kami ini sudah honor lebih dari puluhan tahun, dan berharap bisa terangkat jadi P3K, karena menurut saya nilai kami pada saat tes sudah lumayan untuk bersaing dari nilai 500 sampai 600 lebih, namun apa yang terjadi kelulusan bukan dari nilai, karena ada yang lolos nilainya rendah dan tidak pernah honor itu yang lolos, itu yang membuat kami sangat kecewa, kami berharap kepada bapak mentri pendidikan dan bapak Presiden PRABOWO agar mendengar suara kami ini para guru honorer Konawe Selatan, ungkap nya dengan nada nangis
(Andriawan polingay)
Editor : Investigasi Mabes