Rahasianya terletak pada kedisiplinan. Jika mengalami kegagalan sebanyak dua kali, jangan langsung berhenti mencoba. Kehidupan tidak selalu semulus jalur luar toll.
Utang: Teman atau Musuh?Siapakah di antara kalian yang sudah merasakan dilema seperti ini: ingin membeli sesuatu namun tabungan belum mencukupi? Penyelesaiannya mungkin dengan mengambil kredit! Namun berhati-hatilah, karena utang itu mirip seperti teman buruk, kalau tidak dikelola dengan baik dapat membuatmu terjerumus ke dalam masalah finansial yang tak ada habisnya.
Rochendi dan kawan-kawannya (2022) menggarisbawahi bahwa kurangnya pemahaman tentang finansial di antara masyarakat Indonesia membuat banyak orang mudah tersandera oleh hutang. Berdasarkan indeks literasi keuangan yang mencapai angka 37,72 dari skala 100, Indonesia masih sangat tertinggal jika dibandingkan dengan negara-negara tetangganya. Kendalanya adalah banyak individu cenderung memusatkan perhatian mereka pada kemampuan membayar angsuran saat ini tanpa memikirkan bagaimana cara merespons apabila suatu hari nanti timbul biaya tak terduga.
Oleh karena itu, sebelum Anda mengajukan peminjaman, ada baiknya mengecek beberapa aspek penting terlebih dahulu:
Apakah Anda sungguh-sungguh membutuhkannya? Mungkin pertimbangkan lagi jika hanya untuk menunjukkan status sosial. Apakah Anda bisa membayar dengan tepat pada waktunya? Hindari terkena dendanya karena akan semakin memberatkan keuangan. Adakah suku bunga pinjaman yang masuk akal? Jika tingkat bungan melebihi kritikan pedas di media sosial, ini adalah peringatan serius!Jika Anda memahami financial literacy, maka Anda akan mengetahui bagaimana mengatur hutang secara cerdas serta terhindar dari pinjaman daring tidak bertanggung jawab yang bunga keduanya membuat pusing kepala.
Investasi: Jangan Hanya Mengikuti ArusBaru-baru ini, setiap orang membicarakan tentang berinvestasi. Dari mulai saham, kripto, hingga dana terkelola, termasuk juga jenis investasi yang sesuai dengan prinsip syariah. Namun, sebagaimana disebut dalam peribahasa itu, "Jangan taro semua telurmu di satu keranjang." Jadi jangan sembarangan mengikutinya tanpa memahami risiko-risikonya.
Menurut Krisnawati pada tahun 2019, pemahaman keuangan yang tepat dapat mendukung warga Kota Bandung dalam menentukan jenis investasi yang cocok serta sesuai dengan keperluannya. Akan tetapi, kondisi umum yang kerap ditemui justru merupakan fenomena FOMO atau rasa takut tertinggal. Sebagai contoh, begitu melihat teman menggemborkan hasil labanya dari bermain saham, banyak orang kemudian turut serta tanpa melakukan penelitian sebelumnya. Akibatnya? Modal tersebut menjadi tersumbat dan sulit diambil kembali.
Tips simpel buat investasi:
Pahami alat-alat investasi: Kenali perbedaan antara saham, reksadana, dan deposito. Setiap memiliki tingkat risiko sendiri-sendiri. Diversifikasi: Hindari meletakkan seluruh dana dalam satu aset saja. Fokus pada masa depan yang lebih lama: Investasi adalah sebuah marathon, bukan sprint. Oleh karena itu, kesabaran menjadi hal utamanya.Yang tidak kalah penting, hindarilah penawaran investasi yang terlihat seperti "terlalu baik untuk menjadi kenyataan". Jika seseorang menjanjikan keuntungan 100% dalam satu bulan, lebih baik Anda menjauhi tawaran tersebut sebisa mungkin. Kemungkinannya besar itu adalah perangkap atau skema Ponzi berkedok investasi sah.
Financial Literacy untuk Generasi Z dan MilenialPemuda saat ini memiliki akses ke jumlah informasi yang jauh lebih besar dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Namun demikian, pengetahuan tentang manajemen finansial tidak secara otomatis bertambah. Banyak orang cenderung mempertimbangkan hal-hal seperti "mau kemana untuk makan akhir pekan nanti," bukannya merencanakan masa depan mereka misalnya dengan pertanyaan "berapa dana simpananku dalam lima tahun mendatang?"
Editor : Investigasi Mabes