Waktu Mulai Tarhim Sahur di Bulan Ramadhan: Teks Arab-Latinengkap

Foto Investigasi Mabes
Waktu Mulai Tarhim Sahur di Bulan Ramadhan: Teks Arab-Latinengkap
Waktu Mulai Tarhim Sahur di Bulan Ramadhan: Teks Arab-Latinengkap

Kamu mendapatkan apa pun yang bisa kamu raih sementara semua orang sedang tertidur. Di balikmu terdapat seluruh penghuni surga ketika melakukan salat dan kamu menjadi imamnya.

Kamu dikirim ke Sidratul Muntaha karena kedudukan mulia mu, dan kamu mendengar suara salam yang disampaikan kepada mu di sana.

Hai yang memiliki akhlak luhur sekali, ya Nabi Muhammad,

Semoga shalawat terus mengalir kepada kamu, bagi keluargamu dan teman-temannya."

Pukul Berapa biasanya waktu sahur dimulai?

Tarikh sahur umumnya dilaksanakan antara 30 sampai 45 menit sebelum waktu imsak, sehingga kurang lebih satu jam sebelum fajar. azan subuh Di Indonesia, tarhir biasanya terdiri dari pemberian shalawat, ayat-ayat Al-Quran, atau khotbah rohani yang disebarkan lewat sistem Pengeras Suara di Masjid-Masjid tersebut. Sasaran pokok dari aktivitas tarhir pada saat sahur itu sendiri adalah untuk menghidupkan kembali semangat kaum Muslim supaya mereka dapat menyiapkan diri buat makan sahur sebelum waktu fajar datang.

Sebagai contoh, pada 1 Ramadhan 1446 Hijriah, waktu imsak di Jakarta ditentukan menjadi pukul 04:33 Waktu Indonesia Bagian Barat (WIB), sementara adzan subuh disuarakan pada pukul 04:43 WIB. Oleh karena itu, periode membatasi makan pagi atau batas akhir sahur biasanya mulai dari kira-kira pukul 03:45 sampai 04:00 WIB. Batasan ini bertujuan sebagai pengingat awal bagi umat Islam agar tidak melewatkan waktunya untuk melakukan sahur serta bisa menyelesaikannya menjelang waktu fajar seperti yang diajak oleh Nabi Muhammad SAW, yakni dekat dengan waktu shubuh tapi masih cukup waktu untuk berhenti sebelum suara adzan bergema.

Kepentingan Menjalankan Malam Ramadhan Melalui Tara'i

Menghidupkan malam Ramadhan Sholawat Tarhim mempunyai berbagai kelebihan. Menurut perkataan Rasulullah SAW, individu yang paling mendekati beliau pada hari Kiamat adalah mereka yang paling kerap menyanyikan shalawat (riwayat Imam Turmodi). Di dalam literatur "33 Shalawat" karangan M. Ramli Husein Khalil diketengahkan bahawa dengan melafalkan shalawat boleh menaikkan taraf sesetianya di hadapan Tuhan Yang Maha Esa. Tambahan pun, ibadah tersebut turut merupakan ungkapan cintanya serta menghargaimu terhadap Nabi Muhammad SAW.

Editor : Investigasi Mabes
Tag:
Bagikan


Berita Terkait
Terkini