laksamana.id Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan kemarahannya ketika mengetahui kemajuan dalam pengerjaan pelebaran Sungai Bekasi tertahan.
Pada saat berkunjung ke tempat tersebut, bekas Bupati Purwakarta ini secara langsung mengetahui situasi prihatin hasil dari pengurangan area pinggir sungai serta tumpukan sampah yang mencegah pergerakan air.
Dengan nada yang tegas, Dedi Mulyadi menyatakan dengan keras bahwa dia akan menghantam siapa pun.
Beliau juga memerintahkan kepada tim yang menangani normalisasi Sungai agar tetap melanjutkan pekerjaan tanpa perlu khawatir.
Momennya Dedi bagi-bagikan lewat akun media sosial miliknya pada hari Rabu (12/3/2025).
Pada awalnya, Dedi mengajukan pertanyaan kepada kelompok yang terlibat dalam proses pembersihan sungai.
"Dulu dikatakan bahwa pekerjaannya baru mencapai 10 persen kemajuan dan setelah itu berhenti dimana?" tanya Dedi Mulyadi.
Setelah mendengarkan penjelasan dari tim di lapangan tersebut, Dedi segera menyatakan dengan tegas.
"Begini, sejak kemarin kami telah menentukan bersama Menteri ATR/BPN, pada hari Rabu kami akan mengadakan pertemuan dengan Dirjen Sumber Daya Air, sehingga keputusan akhirnya akan diambil oleh pemerintahan pusat," ungkap Dedi.
"Seluruh area cekungan sungai kembali dijadikan sebagai fungsi sungai," lanjut Dedi.
Editor : Investigasi Mabes