Serangan Udara Besar Antara AS dan Houthi: Kapal Induk Amerika Diserang Rudal Houthi

Foto Investigasi Mabes
Serangan Udara Besar Antara AS dan Houthi: Kapal Induk Amerika Diserang Rudal Houthi
Serangan Udara Besar Antara AS dan Houthi: Kapal Induk Amerika Diserang Rudal Houthi

Brigadir Jenerl Yahya Saree, seorang perwakilan militer untuk Houthis, menyebut bahwa serangan tersebut adalah tanggapan atas lebih dari 47 serangan Amerika Serikat ke area yang dikontrol oleh Houthi di Yemen, mencakup Ibu Kota Sanaa serta Provinsi Saada yang dekat dengan Arab Saudi.

"Saya tidak akan berpikir dua kali untuk menghantam seluruh armada Amerika Serikat yang ada di Laut Merah dan Laut Arabia sebagai tanggapan atas serangan ke Yemen," tegas Saree.

Belum tentu apakah rudal balistik, rudal jelajah, dan UAV yang dimiliki Houthi menargetkan tujuan dengan tepat.

Angkatan Bersenjata Amerika Serikat belum memberikan komentar terhadap pernyataan yang dilontarkan oleh kelompok Houthi.

Sekuat pihak AS maupun kelompok Houthi sama-sama mengancam akan terjadi peningkatan tensi berikutnya setelah serangan udara oleh pasukan Amerika Serikat pada hari Sabtu lalu. Tujuan dari operasi tersebut adalah untuk mencegah anggota Houthi melakukan ancaman kepada kapal-kapal perang serta perdagangan yang ada di Laut Merah.

Pemimpin Houthi, Abdul Malik al-Houthi berbicara, menyatakan bahawa pasukan bersenjatanya akan membidik kapal-kapal Amerika Serikat di Laut Merah hingga pemerintahan Washington mengakhiri serangan mereka terhadap Yemen.

"Bila mereka tetap melakukan tindakan provokatif, kita akan semakin memperkuat balasan," ujar al-Houthi.

Moskow menuntut dari Washington agar berhenti melancarkan serangan udara di Yaman akhir pekan ini.

Tindakan yang dilakukan oleh Rusia berlangsung setelah Trump menginstruksikan serangan besar ke arah fasilitas Houthi di Yemen pada hari Sabtu.

Paling tidak 53 orang meninggal dunia dan lebih dari 100 luka-lara akibat serangan Amerika Serikat di ibukota Sanaa serta provinsi Saada di Yemen, menurut Kementerian Kesehatan yang dikontrol oleh kelompok Houthis.

Editor : Investigasi Mabes
Tag:
Bagikan


Berita Terkait
Terkini