Memelihara lebih dari satu anjing di rumah tentunya bisa menjadi momen yang sangat menyenangkan saat Anda bermain bersama mereka. Namun demikian, kadang-kadang menjaga keharmonisan antar mereka adalah tantangan. Beberapa anjing cenderung sering menampilkan perilaku agresif seperti berkicau atau bertengkar tanpa henti dikarenakan oleh sejumlah alasan yang menciptakan ketidaknyamanan diantara mereka.
Perbedaan karakter, kekurangan interaksi sosial, dan masalah pengendalian diri dapat menyebabkan ketidakserasian tersebut. Untuk itu, pertimbangkan beberapa faktor penyebab berikut yang membuat seekor anjing kesayangan Anda susah bergaul dengan baik; hal ini akan membantu dalam menemukan solusi paling tepat untuk mengatasinya.
1. Pertarungan kekuasaan di antara anggota grup
Biasanya, anjing memiliki instingtual bawaan untuk membentuk struktur hierarkis di antara sesama anggota grup mereka. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika dua anjing dapat saling merasa mendominasi di area yang sama, menyebabkan keduanya cenderung bertarung demi menetapkan siapa yang pantas menjadi pemimpin, suatu situasi yang mungkin menciptakan konflik.
Kompetisi yang sering kali muncul di antara anjing-anjing umumnya diekspresikan melalui posisi badan mereka yang kaku, tatapan mata penuh tekanan, dan pertarungan demi mendapatkan ruang atau perhatian sang pemilik. Sangat penting bagi Anda selaku pemilik untuk mengerti interaksi ini, supaya dapat menciptakan aturan yang jelas guna mencegah konflik berlanjut menjadi lebih parah.
2. Selisih Usia dan Vitalitas
Anjing-anjing dengan selisih umur yang mencolok kebanyakan memiliki cara bermain serta tingkat energi yang tak sama, hal ini bisa memicu perbedaan dan kesulitan dalam interaksi mereka. Biasanya, si anjing cilik yang penuh semangat sering kali membuat gangguan pada sang senior karena kurangnya minat dari anjing dewasa tersebut untuk ikut bermain aktif.
Sebaliknya anjing yang lebih tua biasanya yang rentan merasa terancam atau kesal apabila diganggu secara terus-menerus oleh anjing yang lebih muda. Oleh sebab itu, pemiliknya harus memastikan bahwa Interaksi yang dilakukan oleh anjing-anjing peliharaan dapat terus diawasi dengan baik, serta memberikan waktu istirahat bagi anjing yang usianya lebih tua.
3. Kekurangan pendidikan awal sejak dini
Anjing yang belum terbiasa berinteraksi dengan jenisnya sendiri sejak muda umumnya bakal menghadapi kesulitan dalam menyesuaikan diri ketika bertemu dengan kawan baru. Umumnya, mereka bisa menjadi gugup, bersikap protes, atau malahan jadi agresif karena kurang paham cara berperilaku secara tepat.
Pelatihan sosial yang efektif pasti akan membantu anjing mengenali bahasa tubuh serta tingkah laku dari sesama anjing. Apabila seekor anjing dewasa kerapkali bermasalah dalam beradaptasi, diperlukan proses pelatihan bertahap beserta pengenalan yang diatur dengan hati-hati sehingga pada akhirnya dapat mendukung mereka supaya selalu merasa aman.
4. Kompetisi Makanan dan Sumber Daya
Salah satu alasan utama mengapa anjing kadang bertengkar adalah perselisihan soal mainan, makanan, dan juga perhatian sang pemilik. Beberapa anjing mempunyai sifat sangat pelindung dengan makanannya sampai-sampai enggan bagi-bagi, sehingga bisa timbul perilaku agresif jika ada anjing lain yang mendekati saat mereka sedang menyantap makannya.
Agar dapat mengelakkan kemungkinan perseteruan, pemilik dianjurkan untuk menyajikan makanan anjing secara berbeda-beda serta menjamin setiap hewan peliharaan memiliki mainan dan ruangan tidur sendiri-sendiri. Dengan langkah ini pula, mereka akan cenderung tidak perlu bertanding demi mendapatkan hal-hal yang menjadi keperluan khusus bagi mereka.
Editor : Investigasi Mabes