"Saat itu, memang para murid melaporkan adanya kamera pengawas di toilet putri. Setelah insiden tersebut, kita mengadakan pertemuan untuk menyelidiki orang yang berada di belakang pasangannya," jelasnya.
Akan tetapi, investigasi terhenti sebab kamera yang ditemukan tidak disertai memori kartu, menjadikan pengungkapan identitas penjahat masih mustahil untuk dilakukan.
Deni Wicaksono menyatakan bahwa hal itu seharusnya tidak menjadi dasar untuk berhenti melakukan investigasi. Dia mengingatkan Polda Jatim agar terus melanjutkan penyelesaian kasus ini dan memastikan para tersangka menerima hukumannya yang sesuai.
"Saya mengharapkan kepolisian serta KPAI untuk segera terjun langsung. Jangan menunda tindakan sampai kasus tersebut menjadi viral. Peristiwa ini mestinya menjadi pelajaran penting agar kita bisa menyeluruh dalam mengevaluasi sistem pengawasannya di sekolah," tutupnya.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Timur berkomitmen akan mengundang Dinas Pendidikan Propinsi guna menuntut klarifikasi formal serta mendorong penyediaan pedoman pelindungan murid yang lebih tegas dalam area sekolah. (*)
Temukan berita lebih lanjut di Google News dengan mengklik : Tribun Jatim Timur
(TribunJatimTimur.com)
Editor : Investigasi Mabes