Eko Herwanto, anggota GM FKPPI Banyuwangi, mengungkapkan kesan mendalamnya.
"Sebagai anak prajurit, saya merasa sangat terhubung dengan kisah ini. Film ini membuka mata saya terhadap pengorbanan yang sering kali tidak terlihat," ujarnya.
Hal senada diungkapkan Ketua PW Fast Respon Banyuwangi, Agus Samiaji. Menurutnya, film ini memberikan edukasi nilai kebangsaan secara kontekstual dan menyentuh.
"Ini bukan hanya kisah sukses seorang Panglima, tapi juga pelajaran penting tentang integritas, keteladanan, dan tanggung jawab di tengah tantangan zaman," katanya.
Pelda Ahmad Yusup, Bati Komsos Kodim 0825/Banyuwangi, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari pendekatan humanis TNI kepada masyarakat."Kami ingin menunjukkan bahwa prajurit bukan hanya simbol kekuatan, tapi juga manusia yang merasakan, berjuang, dan mencintai," ucapnya.
Puspen TNI melalui BELIEVE berhasil menyuguhkan narasi yang tidak hanya membanggakan institusi militer, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan, spiritualitas, dan pentingnya keluarga sebagai fondasi karakter prajurit.
Editor : RedakturSumber : Team