Ia menambahkan, kecepatan respon adalah kunci dalam penanganan massa. “Dalam situasi nyata, setiap detik sangat berharga. Karena itu, latihan ini kami rancang menyerupai kondisi lapangan yang sesungguhnya,” ungkapnya.
AKP Ali Mahmudi menekankan pentingnya kekompakan. “Pleton Raimas ini ibarat satu tubuh. Semua gerakan harus serentak, kompak, dan disiplin. Kalau satu saja terlambat, maka efektivitas pasukan akan berkurang,” jelasnya.
Selain penguasaan taktik, personel juga dilatih untuk memiliki mental tangguh dalam menghadapi tekanan di lapangan. “Unjuk rasa bisa berubah menjadi ricuh dalam hitungan menit. Kami siapkan mental anggota agar tetap tenang dan profesional,” tutur Kasat Samapta tersebut.
Dalam sesi latihan penyelamatan korban, para personel diberi simulasi evakuasi di tengah kerusuhan. “Ini penting karena tugas kami tidak hanya mengendalikan massa, tapi juga melindungi warga dari potensi bahaya,” kata AKP Ali Mahmudi.Pada materi pemadaman api, setiap personel dilatih menggunakan APAR dengan cepat dan tepat sasaran. “Api kecil kalau dibiarkan bisa memicu kerusuhan lebih besar. Itulah kenapa kemampuan ini harus dimiliki semua anggota Raimas,” terangnya.
Editor : RedakturSumber : Team