Asni berharap pemerintah, melalui Bulog, lebih selektif dalam menyalurkan beras SPHP. Meskipun dijual dengan harga lebih murah dibandingkan beras premium, menurutnya kualitas tetap harus diperhatikan.
“Kami tahu beras memang mahal dan SPHP dijual murah, tapi jangan serta-merta juga menjual beras kualitas buruk ke warga,” tegasnya.
Program SPHP sendiri diluncurkan pemerintah sebagai strategi menghadapi lonjakan harga beras nasional. Perum Bulog menjadi ujung tombak dalam pendistribusian beras tersebut ke berbagai daerah, termasuk Gorontalo, agar masyarakat tetap bisa membeli beras dengan harga terjangkau.
Masyarakat berharap pemerintah dan Bulog tidak hanya fokus menjaga harga, tetapi juga memastikan mutu beras yang dipasarkan tetap layak konsumsi. Dengan begitu, program SPHP dapat benar-benar bermanfaat bagi warga.InvestigasiMabes.com(Irvan Mansi)
Editor : RedakturSumber : Team