Atas kondisi tersebut, Danial mendesak Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, khususnya Bupati serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), untuk segera turun langsung ke lokasi dan melakukan perbaikan serta normalisasi drainase secara menyeluruh, bukan sekadar janji atau penanganan setengah hati.
“Yang kami butuhkan bukan janji berulang, tapi tindakan nyata. Kalau dibiarkan terus, banjir ini akan jadi warisan kegagalan pemerintah,” tegasnya.
Warga menilai, jika tidak segera ada langkah konkret, banjir di Sukadana tidak lagi bisa disebut sebagai dampak cuaca, melainkan konsekuensi dari kegagalan pengelolaan infrastruktur dan lemahnya pelayanan publik yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.
(Rusman Ali) Editor : RedakturSumber : Team