Calo Penerimaan Polri Syaratkan 1 M, Ditangkap Polda Banten

Foto Redaktur
Calo Penerimaan Polri Syaratkan 1 M, Ditangkap Polda Banten
Calo Penerimaan Polri Syaratkan 1 M, Ditangkap Polda Banten

InvestigasiMabes.com |Serang - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Banten berhasil mengungkap kasus tindak pidana penipuan dan/atau penggelapan dengan modus menjanjikan kelulusan seleksi penerimaan Calon Taruna Akademi Kepolisian (AKPOL). Dalam pengungkapan tersebut, penyidik menetapkan satu orang tersangka berinisial NR (54) alias Abah Jempol, warga Kecamatan Kasemen, Kota Serang.

Kejadian tersebut terjadi pada Sekitar bulan Maret 2025 bertempat di Kp. Sukadana, Kelurahan Kasemen, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Provinsi Banten.

Dalam Hal ini Dirreskrimum Polda Banten Kombes Pol Dian Setyawan didampingi Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea serta Kanit II Subdit III Kompol Patoni menjelaskan kronologis kejadian peristiwa tersebut. ”Pada sekitar bulan Maret 2025, korban Leonardus Sihombing berniat mendaftarkan anaknya untuk mengikuti seleksi penerimaan anggota Polri calon Taruna AKPOL Tahun 2025. Korban kemudian diperkenalkan oleh sdr. Ahmad Romli dan sdr. Hamzah Yusbir kepada tersangka NR als ABAH JEMPOL, tersangka menyampaikan bahwa dirinya mengenal orang yang dapat membantu meluluskan seleksi penerimaan calon Taruna AKPOL. Untuk meyakinkan korban, tersangka mempertemukan korban dengan orang tersebut,” katanya saat Presscon di Aula Ditreskrimum Polda Banten pada Kamis (15/01).

”Selanjutnya, tersangka meminta uang sebesar Rp1.000.000.000,- (satu miliar rupiah) sebagai syarat untuk meluluskan anak korban dalam seleksi calon Taruna AKPOL Tahun 2025. Korban kemudian menyerahkan uang tersebut kepada tersangka. Namun, setelah seluruh uang diserahkan, anak korban tetap tidak lulus dalam seleksi calon Taruna AKPOL. Saat korban meminta pengembalian uang, diketahui bahwa uang tersebut telah digunakan oleh tersangka untuk kepentingan pribadi, sehingga korban mengalami kerugian sebesar Rp1.000.000.000,- (satu miliar rupiah) dan selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polda Banten,” jelasnya.

Dian juga menerangkan kronologi penangkapan tersangka. ”Sebelumnya, tersangka telah dilakukan pemanggilan sebagai saksi sebanyak dua kali, namun tidak pernah memenuhi panggilan tanpa alasan yang patut dan wajar. Pada Rabu, 14 Januari 2026, sekitar pukul 00.30 WIB, dilakukan upaya paksa berupa surat perintah membawa saksi. Saat tersangka ditemukan di wilayah Kota Serang dan akan dibawa ke Polda Banten, tersangka beralasan meminta waktu untuk mengantarkan istrinya ke Jakarta,” terang Dian.

Editor : Redaktur
Sumber : Team
Bagikan


Berita Terkait
Terkini