“Jenazah sudah berhasil dievakuasi dan dibawa ke RSUD Negara untuk dilakukan penanganan serta pemeriksaan lebih lanjut. Saat ini kami masih menunggu informasi resmi dari pihak rumah sakit terkait kondisi dan kemungkinan identifikasi,” imbuh Wahyudi.
Temuan jenazah ini menambah daftar korban yang muncul seiring berlangsungnya proses pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya dari dasar Selat Bali. Sebelumnya, dua jenazah telah ditemukan lebih dulu pada Senin (1/2/2026). Jenazah pertama berhasil diidentifikasi sebagai I Wayan Teja Setiawan alias Wawan. Proses identifikasi berjalan relatif cepat karena jenazah masih mengenakan celana dan ditemukan dompet serta ponsel yang memuat identitas korban.
Sementara itu, jenazah kedua hingga kini belum diketahui identitasnya dan masih dalam proses pendalaman oleh pihak berwenang. Kondisi jenazah yang tidak lengkap menjadi salah satu kendala utama dalam proses identifikasi.
Kompol Wahyudi tidak menampik bahwa proses pengangkatan bangkai kapal berpotensi besar memunculkan jenazah lain yang sebelumnya terperangkap di sekitar bangkai kapal atau dasar laut. Faktor arus bawah laut Selat Bali yang kuat dan dinamis turut memengaruhi pergerakan benda maupun korban di dasar perairan.“Proses pengangkatan bangkai kapal memungkinkan jenazah ikut terangkat ke permukaan. Ditambah lagi arus bawah laut Selat Bali cukup kuat, sehingga posisi jenazah bisa berpindah-pindah,” jelasnya.
Editor : RedakturSumber : Team