Program SPPG Terpencil di Kampung Wamesa akan melayani 132 penerima manfaat yang terdiri dari anak TK, siswa SD, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita yang seluruhnya merupakan masyarakat asli Papua. Dalam operasionalnya, dapur SPPG juga mengoptimalkan penggunaan bahan pangan lokal guna mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat, dengan dukungan pasokan tambahan dari luar wilayah Papua untuk menjamin kualitas dan kecukupan gizi.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom., dalam keterangannya menyampaikan bahwa kehadiran SPPG di wilayah terpencil merupakan bentuk nyata komitmen Polri dalam mendukung kebijakan strategis pemerintah guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
“Kami ingin memastikan bahwa program nasional ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya di daerah terpencil Papua Barat. Kehadiran SPPG bukan hanya tentang penyediaan makanan bergizi, tetapi juga tentang membangun harapan dan masa depan generasi muda Papua,” ujar Kabid Humas.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Polda Papua Barat akan terus melakukan pengawasan dan evaluasi agar pelaksanaan program berjalan optimal, tepat sasaran, dan berkelanjutan.Menanggapi laporan tersebut, Presiden RI menyampaikan apresiasi atas kerja keras jajaran Polri, khususnya Polda Papua Barat dan Polres Kaimana, yang dinilai mampu melaksanakan program strategis pemerintah hingga ke wilayah dengan tingkat kesulitan akses yang tinggi. Presiden juga mendorong agar proses verifikasi segera dilakukan sehingga dapur SPPG di Kampung Wamesa dapat segera beroperasi penuh dan memberikan manfaat bagi masyarakat.(A.D)
Editor : RedakturSumber : Team