Banjir dan Longsor Putus Akses Jalan Trans Wamena--Poga di Tolikara, Warga Minta Pemerintah Segera Turun Tangan

Foto Redaktur
Banjir dan Longsor Putus Akses Jalan Trans Wamena--Poga di Tolikara, Warga Minta Pemerintah Segera Turun Tangan
Banjir dan Longsor Putus Akses Jalan Trans Wamena--Poga di Tolikara, Warga Minta Pemerintah Segera Turun Tangan

InvestigasiMabes.com | Papua Pegunungan – Bencana banjir yang terjadi pada Sabtu, 14 Maret 2026 sekitar pukul 15.00 WIT menyebabkan kerusakan serius pada ruas Jalan Trans Wamena–Poga–Tolikara tepatnya di Kampung Nogari, Distrik Poganeri, Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua Pegunungan.

Akibat kejadian tersebut, badan jalan aspal mengalami retak dan patah di bagian tengah, sehingga kendaraan roda empat maupun truk pengangkut barang tidak dapat melintas. Kondisi ini berdampak langsung terhadap aktivitas transportasi dan perekonomian masyarakat yang menggunakan jalur utama tersebut.

Berdasarkan informasi dari warga setempat, banjir terjadi karena saluran drainase utama tertimbun material longsor sejak tahun 2025 yang hingga kini belum dibersihkan. Saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut, air meluap dan menggenangi badan jalan hingga menyebabkan kerusakan parah pada aspal serta mengancam rumah warga yang berada di pinggir jalan.

Selain itu, kerusakan juga terjadi pada jembatan kecil di Kali Yernowi. Bagian pondasi jembatan dilaporkan mulai miring dan berpotensi runtuh, sehingga sangat berbahaya bagi kendaraan dengan muatan berat, khususnya truk pengangkut logistik dan barang dagangan yang setiap hari melintas di jalur tersebut.

Dalam beberapa minggu terakhir, wilayah Distrik Poganeri juga mengalami curah hujan yang cukup tinggi dan berlangsung terus-menerus, yang memperparah kondisi tanah dan struktur jalan. Warga khawatir apabila tidak segera ditangani, kerusakan jalan dan jembatan dapat semakin meluas dan mengakibatkan kemacetan total pada jalur utama penghubung Wamena–Poga–Tolikara.

Kerusakan paling parah terlihat di depan Gereja Baptis Nunggalome, di mana badan jalan mengalami patahan besar sehingga kendaraan tidak dapat melewati jalur tersebut.

Masyarakat Kampung Nogari bersama tokoh intelektual setempat berharap Pemerintah Kabupaten Tolikara serta instansi terkait, khususnya Dinas PUPR Kabupaten Tolikara dan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, segera melakukan survei lapangan dan penanganan darurat, termasuk rencana pembangunan jembatan baru di lokasi yang dinilai rawan tersebut.

Sambil menunggu langkah dari pemerintah, masyarakat setempat berinisiatif melakukan pembersihan saluran air (got) secara swadaya guna memperlancar aliran air dari Kali kecil Toagi, agar banjir tidak kembali meluap ke badan jalan.

Warga juga meminta pengertian dari para pengguna jalan, khususnya sopir kendaraan angkutan barang, apabila sewaktu-waktu aktivitas pembersihan saluran air dilakukan di sekitar badan jalan.

Informasi bencana ini disampaikan oleh masyarakat Kampung Nogari sebagai bentuk kepedulian untuk menjaga keselamatan bersama, khususnya bagi para pengguna jalan Trans Poga–Tolikara yang merupakan jalur vital bagi aktivitas ekonomi masyarakat.

Editor : Redaktur
Sumber : Team
Bagikan


Berita Terkait
Terkini