Ketika struktur organisasi mulai dibentuk, Adrian kembali diminta mengisi posisi Sekretaris maupun Bendahara.
Namun ia tetap menolak dan memilih bertahan sebagai Wakil Ketua, sembari merekomendasikan figur-figur yang dinilai memiliki komitmen kuat untuk berjuang bersama Zulmansyah.
Dinamika panjang itu akhirnya berujung pada rekonsiliasi. Dualisme PWI berhasil disatukan melalui Kongres Persatuan yang digelar di Cikarang, Jawa Barat, pada 30 Agustus 2025. Dalam kongres tersebut, Akhmad Munir terpilih sebagai Ketua Umum PWI Pusat periode 2025–2030, sementara Zulmansyah Sekedang dipercaya menjabat Sekjen.
Adrian pun mengapresiasi sikap besar hati Ketua PWI Sulut saat itu, Voucke Lontaan, yang merangkul semua pihak pasca-konflik.“Dia berjiwa besar. Sudah saya lawan dua kali dengan serangan yang sangat keras, tapi tetap dirangkul. Ini jarang terjadi di organisasi mana pun. Tapi itulah dinamika organisasi,” ujarnya.
Editor : RedakturSumber : Team