Tokoh panahan Indonesia, Coach Muslim, yang juga delegasi Perpani Kota Pekanbaru, menunjukkan dukungan terhadap keputusan Walk Out. Ia menilai tindakan ini sebagai respons wajar atas kejanggalan yang terjadi selama Musprov. Coach Muslim juga menyatakan bahwa Musprov tidak sah karena tidak memenuhi kuota kehadiran yang ditetapkan.
Kesepakatan untuk mengirimkan surat dan memberikan wewenang kepada Koni Riau dan PB Perpani guna menangani masalah ini diungkapkan oleh Andi, Pengurus Perpani Kabupaten Kepulauan Meranti. Dia berharap agar kejanggalan dapat diatasi dan tidak ada politisasi dalam dunia olahraga panahan Riau.ujarnya.Namun, ketegangan semakin meningkat dengan pernyataan Ketua Perpani Kota Pekanbaru, Yudha Bhakti, yang menyatakan bahwa surat yang disebar calon petahana merugikan dan jika tidak ditindaklanjuti oleh PB Perpani atau KONI provinsi, dapat dianggap sebagai penyalahgunaan jabatan dalam tubuh organisasi panahan Riau.Yudha Bhakti berencana untuk melaporkan masalah ini kepada pihak berwenang guna memastikan keadilan dan kejelasan dalam proses ini.(AM)
Editor : Investigasi Mabes